Amankan Paskah, 3 Ribu Personel Gabungan Jaga Gereja di NTT

Polda NTT menggelar apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan paskah di Lapangan Mapolda NTT, Selasa (31/3/2026). Foto: Humas Polda NTT

Amankan Paskah, 3 Ribu Personel Gabungan Jaga Gereja di NTT

Media Indonesia • 31 March 2026 13:19

Kupang: Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan 3.227 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Paskah 2026 di seluruh wilayah NTT agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan tersebut dilaksanakan melalui Operasi Semana Santa Turangga 2026 mulai 1 hingga 15 April 2026.

Operasi ini diawali dengan apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda NTT, Selasa, 31 Maret 2026, yang dipimpin Wakapolda NTT Brigjen Baskoro Tri Prabowo mewakili Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko. Dalam operasi tersebut, Polda NTT bersama jajaran Polres mendirikan 85 pos yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri dari 38 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 21 pos terpadu.

Dari total personel yang dilibatkan, sebanyak 1.319 merupakan personel Polri dan 1.908 lainnya berasal dari TNI serta instansi terkait. Ribuan personel ini akan difokuskan untuk mengamankan 1.113 gereja di seluruh NTT, termasuk 432 gereja prioritas.

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolda, seluruh personel diminta melakukan pemetaan potensi kerawanan sejak dini guna mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan keamanan.

“Lakukan mapping kerawanan di setiap wilayah, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. Kehadiran personel harus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah,” tegasnya.

Titik berat pengamanan difokuskan pada pelaksanaan misa di gereja serta kegiatan perarakan keagamaan yang melibatkan konsentrasi massa. Personel juga diinstruksikan untuk meningkatkan intensitas patroli di kawasan rawan demi meminimalisasi potensi konflik sosial, kejahatan konvensional, dan dampak bencana alam.

Ilustrasi-Suasana sebelum misa Jumat Agung di Gereja Paroki St Mikael Kranji. Medcom.id/Renatha Swasty

Sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pengamanan swakarsa dinilai sebagai kunci utama menjaga kondusivitas selama trihari suci hingga puncak Paskah.

Secara khusus, Wakapolda juga menyoroti tradisi perarakan laut yang kerap digelar di sejumlah wilayah NTT. Ia meminta aparat bertugas secara profesional, humanis, dan selalu memastikan aspek keselamatan masyarakat.

“Hindari terjadinya kecelakaan laut saat perarakan. Pastikan seluruh kapal memenuhi SOP kelayakan dan tidak melebihi kapasitas muatan,” ujarnya. (MI/PO) 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)