Menpar Siapkan Mitigasi Dampak Geopolitik Global Terhadap Pariwisata

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menghadiri rapat kerja bersama Komisi VII DPR. Foto: ANTARA/HO-Kemenpar.

Menpar Siapkan Mitigasi Dampak Geopolitik Global Terhadap Pariwisata

Fachri Audhia Hafiez • 1 April 2026 20:12

Jakarta: Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi strategis guna menghadapi tekanan dinamika geopolitik global. Langkah ini diambil untuk memastikan kinerja sektor pariwisata nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian situasi internasional yang berdampak pada akses penerbangan dan biaya transportasi.

"Dinamika geopolitik global tentu memberikan tekanan terhadap sektor pariwisata. Namun, kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi agar target kinerja pariwisata nasional tetap terjaga," ujar Widiyanti di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 1 April 2026.
 


Widiyanti menjelaskan, penutupan wilayah udara di Timur Tengah selama sebulan terakhir telah memicu pembatalan sekitar 770 penerbangan menuju Jakarta, Bali, dan Medan. 

Kondisi ini diperkirakan menyebabkan hilangnya potensi kunjungan sekitar 60 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Selain itu, kenaikan harga energi global akibat perang turut memicu lonjakan biaya transportasi lintas negara.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kini mengalihkan fokus pasar ke wilayah yang lebih stabil, seperti Asia Tenggara dan Asia Timur. Strategi diversifikasi ini dianggap krusial untuk mengejar target 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisman sepanjang tahun 2026.

"Di tengah tekanan global, kita perlu bergerak lebih adaptif. Diversifikasi pasar, penguatan promosi, dan optimalisasi wisata nusantara menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap menjadi penggerak ekonomi nasional," tegas Widiyanti.


Suasana kawasan wisata Malioboro di Yogyakarta. Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, Widiyanti memaparkan bahwa program prioritas tahun 2026 akan difokuskan pada pariwisata berkualitas yang aman dan berkelanjutan. Kemenpar berkomitmen meningkatkan kompetensi pemandu wisata serta menyusun pedoman keselamatan di destinasi rawan bencana.

Pemerintah juga berencana mengembangkan lebih dari 6.200 desa wisata melalui pendampingan masyarakat dan penguatan jejaring ekonomi lokal. Program unggulan seperti Wonderful Indonesia Gastronomi dan Wellness pun dipastikan terus berlanjut.

Menpar Widiyanti meyakini bahwa tantangan besar ini hanya bisa dilewati melalui kolaborasi erat antar-instansi. Dukungan dari legislatif dan kementerian terkait menjadi tumpuan agar sektor pariwisata tetap tangguh.

"Kami percaya bahwa dengan kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga, serta dukungan DPR RI, sektor pariwisata Indonesia akan tetap tangguh dan mampu menjaga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Widiyanti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)