Menlu AS Marco Rubio. (Anadolu Agency)
AS Pertimbangkan Tinjau Ulang Hubungan dengan NATO usai Perang Iran Berakhir
Muhammad Reyhansyah • 1 April 2026 13:31
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyatakan bahwa Washington kemungkinan akan meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah perang dengan Iran berakhir.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, 31 Maret 2026, Rubio mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sekutu yang dinilai enggan mendukung operasi militer AS.
“Setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan tersebut. Kita harus mengevaluasi nilai NATO dan aliansi itu bagi negara kita,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu, Rabu, 1 April 2026.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden AS Donald Trump.
Rubio mengkritik negara-negara anggota NATO yang menolak permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militer mereka.
“Kami tidak meminta mereka melakukan serangan udara. Ketika kami hanya membutuhkan izin menggunakan pangkalan militer, jawabannya ‘tidak’. Lalu untuk apa kita berada di NATO?” katanya.
Meski mengaku selama ini menjadi salah satu pendukung kuat NATO, Rubio mengingatkan bahwa aliansi tersebut berisiko menjadi hubungan yang tidak seimbang.
“Mengapa kita menempatkan begitu banyak pasukan Amerika di kawasan itu jika pada saat dibutuhkan kita tidak diizinkan menggunakan pangkalan tersebut?” ujarnya.
Pernyataan Rubio muncul setelah sejumlah negara Eropa menolak atau membatasi permintaan Amerika Serikat terkait operasi militer di Iran, termasuk akses ke pangkalan dan wilayah udara.
Penolakan tersebut didasari kekhawatiran mengenai legalitas perang serta kurangnya konsultasi dalam kerangka NATO.
Italia dilaporkan menolak permintaan AS untuk mendaratkan pesawat di pangkalan militer di Sisilia, sementara Spanyol tidak mengizinkan penggunaan pangkalan maupun wilayah udaranya untuk operasi terkait konflik.
Sementara itu, negara lain seperti Inggris, Prancis, dan Jerman memilih membatasi peran mereka hanya pada dukungan defensif bagi mitra di kawasan serta terus menyerukan deeskalasi konflik.
Baca juga: AS Targetkan Perang Iran Selesai dalam Hitungan Pekan Tanpa Pasukan Darat