Pemerintah Memastikan Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jaktim Transparan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang. ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Pemerintah Memastikan Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jaktim Transparan

Achmad Zulfikar Fazli • 6 April 2026 20:34

Jakarta: Pemerintah menangani dugaan keracunan makanan yang menimpa 72 siswa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Penanganan dipastikan berjalan cepat, optimal, dan terkoordinasi.

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengecek langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan fasilitas tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Tak hanya itu, sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Pondok Kelapa dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), belum memenuhi standar," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, dikutip dari Antara, Senin, 6 April 2026.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung memantau kondisi para siswa yang dirawat di fasilitas kesehatan, termasuk RSKD Duren Sawit. Berdasarkan pemantauan terbaru, sebagian besar siswa dalam kondisi stabil dan menunjukkan perkembangan pemulihan yang baik.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik,” ujar Pramono.

Baca Juga: 

Cegah Keracunan MBG, Guru Besar Usul Pihak Ketiga Sertifikasi SPPG



Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Metrotvnews.com/Aris Setya

Gejala yang dialami siswa meliputi demam, mual, muntah, dan diare, indikasi umum dalam kasus dugaan keracunan makanan. Namun, respons cepat tenaga medis memastikan kondisi pasien segera tertangani sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Terkait penyebab kejadian, pemerintah menyampaikan dugaan awal mengarah pada salah satu menu makanan dalam program MBG, yakni spageti. Meski demikian, pemerintah menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan hasil resmi akan ditentukan berdasarkan uji laboratorium yang komprehensif.

Pemerintah juga menekankan bahwa investigasi dilakukan secara transparan dengan melibatkan berbagai pihak terkait guna memastikan akurasi data serta akuntabilitas hasil. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi masyarakat.

Dalam aspek penanganan, seluruh biaya perawatan siswa dijamin oleh pemerintah. Peserta yang terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional mendapatkan pembiayaan penuh, sementara siswa lainnya tetap difasilitasi agar memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan.

Sebagai langkah perbaikan, evaluasi menyeluruh terhadap implementasi program MBG terus dilakukan, khususnya pada aspek keamanan pangan, distribusi makanan, dan standar operasional penyajian. Upaya ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kualitas program tetap terjaga.

Pemerintah menegaskan keselamatan peserta program MBG merupakan prioritas utama, sekaligus berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka kepada masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)