Tiongkok Ingin Wujudkan Upaya ASEAN Bidik Rekonsiliasi Myanmar

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Wang Qing. Foto: Metrotvnews.com

Tiongkok Ingin Wujudkan Upaya ASEAN Bidik Rekonsiliasi Myanmar

Fajar Nugraha • 27 March 2026 11:20

Jakarta: Momentum politik di Myanmar pasca-pemilihan umum Januari lalu menjadi angin segar bagi stabilitas Asia Tenggara.

Pemerintah Tiongkok secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk "bahu-menerjang" bersama ASEAN guna mewujudkan rekonsiliasi nasional di negara yang telah didera konflik berkepanjangan tersebut.

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Wang Qing, menilai rampungnya proses pemilu dan mulai bersidangnya parlemen Myanmar pada 16 Maret lalu adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan.

"Selesainya pemilihan umum memberi peluang baru bagi kita, termasuk Tiongkok dan ASEAN, untuk mengambil langkah mendorong otoritas Myanmar mewujudkan rekonsiliasi," ujar Dubes Wang dalam dialog media dan think tank di Jakarta, Kamis 26 Maret 2026.

Isolasi bukan solusi

Dubes Wang menekankan bahwa isolasi bukanlah solusi. Menurutnya, komunikasi intensif adalah satu-satunya jalur efektif bagi ASEAN dan Tiongkok untuk memberikan pengaruh, nasihat, serta harapan perdamaian kepada junta militer Myanmar.

Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara negara-negara anggota terkait keabsahan pemilu yang digelar junta, Wang meyakini visi besar membawa Myanmar kembali ke "Keluarga ASEAN" harus menjadi prioritas utama.

"Saat ini adalah peluang kita untuk memengaruhi dan mendorong mereka agar kembali ke keluarga ASEAN," tegas Wang.

Dubes Wang juga menegaskan kembali bahwa Tiongkok menyatakan dukungannya terhadap posisi ASEAN yang tetap mengakui Myanmar sebagai anggota, sembari memegang teguh Konsensus Lima Poin (5PC).

Kerangka kerja ini menjadi kompas utama untuk menekan angka kekerasan di lapangan. Termasuk juga untuk mendorong dialog inklusif antar-faksi serta memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan aman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)