Kemenag Optimalkan Peran Madrasah dan Pesantren Dukung PP Tunas

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. Foto Metro TV

Kemenag Optimalkan Peran Madrasah dan Pesantren Dukung PP Tunas

Muhamad Marup • 28 March 2026 18:15

Jakarta: Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Pelindungan Anak (PP Tunas) resmi berlaku hari ini. Aturan tersebut membatasi penggunaan platform digital sesuai usia anak.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memastikan dukungannya atas regulasi tersebut untuk membangun budaya digital. Pihaknya akan mengoptimalkan peran madrasah dan pesantren. "Kita memiliki lebih dari 13 juta siswa madrasah dan santri. Ini adalah kekuatan besar untuk membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan," ujar Menag, dalam keterangan resminya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dia menyebut penyuluh agama juga memegang peran penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang etika dan tanggung jawab bermedia digital.

Menag menegaskan, implementasi PP TUNAS harus dibarengi dengan penguatan nilai dan literasi digital berbasis keluarga serta pendidikan keagamaan.

"Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat, tidak hanya pada anak, tetapi juga pada orang tua dan lingkungan terdekatnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar mengatakan, penguatan literasi digital salah satu caranya dilakukan dengan mengintegrasikan dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Materi yang dapat diberikan berupa etika digital, kemampuan memilah informasi, serta penguatan nilai-nilai agama.


Ilustrasi media sosial (medsos). Foto: Istimewa.

Thobib menambahkan, Kemenag juga mengoptimalkan peran guru, penyuluh agama, pengelola pesantren, para dai dan khatib dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.

"Kami ingin memastikan siswa dan santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di ruang digital," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)