Salah satu sudut kerusakan di Polda DIY sebelum dibersihkan. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Mahfud MD Sebut Yogyakarta Jadi Barometer, Keamanan Harus Dijaga
Ahmad Mustaqim • 5 September 2025 08:48
Yogyakarta: Sejumlah pos lalu lintas kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilempar molotov hingga batu pada Kamis, 4 September 2025. Sebagai daerah barometer nasional, keamanan Yogyakarta perlu dijaga.
"Jogja itu barometer. Kalau Jogja panas, biasanya seluruh Indonesia ikut panas," kata Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Mahfud MD, di Yogyakarta, Jumat, 5 September 2025.
| Baca: 5 Pos Polisi di DIY Dilempari Molotov dan Batu
|
Untuk itu Mahfud mengatakan Yogyakarta secara tak langsung memengaruhi kondisi wilayah lain. Apabila Yogyakarta aman, ujarnya, daerah lain kemungkinan aman.
"Kalau Yogyakarta masih dingin, biasanya semuanya bisa berakhir dingin. Oleh sebab itu, mari kita jaga aja Jogja ini, jangan sampai apa timbul situasi yang chaos dari sini," jelas Mahfud.
Penyerangan pos polisi
Sebanyak lima pos lalu lintas polisi di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dilempar molotov dan batu. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan sebanyak empat pos yang dilempari benda yakni Pos Lalu Lintas Monjali, Pos Lalu Lintas Jombor, Pos Lalu Lintas Pelemgurih, dan Pos Polisi Kronggahan. Adapun satu Pos Lalu Lintas berada di Simpang Empat Pingit, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta."Akibat dari kejadian tersebut, tiga pos mengalami kerusakan kaca akibat terkena lemparan batu, dan dua pos yang mengalami pelemparan molotov tidak mengalami kebakaran," ujar Kepala Bidang Humas Polda DIY, Komisaris Besar Ihsan dikonfirmasi Kamis, 4 September 2025
Ihsan belum menjelaskan rinci kronologis kejadian itu. Namun demikian, ia menyatakan keamanan di Yogyakarta masih kondusif.
"Peristiwa ini diduga dilakukan untuk memprovokasi situasi Yogyakarta yang secara umum saat ini sudah kondusif dan terkendali," ucap Ihsan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com