DKI Target Keruk 1 Juta Meter Kubik Sedimen dan Lumpur di Sungai

Ilustrasi pekerja menggunakan alat berat mengeruk lumpur yang mengendap di Kali Besar, Tanah Abang, Jakarta. MI/Bary Fathahilah

DKI Target Keruk 1 Juta Meter Kubik Sedimen dan Lumpur di Sungai

Farhan Zhuhri • 1 March 2025 15:28

Jakarta: Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno memasang target soal pengerukan sungai. Dalam satu tahun ini, seluruh kali dan sungai di Jakarta dikeruk hingga satu juta meter kubik. 

Hal itu diungkap Sekretaris Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Hendri. Hendri mengatakan tidak hanya sungai, oengerukan juga akan dilakukan pada waduk hingga embung. 

"Seperti telah disampaikan Pak Wagub sebelumnya bahwa target pengerukan lumpur dan sedimen Dinas SDA tahun ini ialah sebanyak 1 juta meter kubik (m3) yang dilakukan tidak hanya di kali/sungai, melainkan juga di waduk/situ/embung di Jakarta," jelasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu, 1 Maret 2025.

Ia menjelaskan, pengerukan akan dilakukan di 49 titik. Khsusnya pada 5 wilayah kota administrasi Jakarta.

"Secara rinci, di Jakarta Utara 13 titik, Jakarta Timur 12 titik, Jakarta Barat 10 titik, Jakarta Pusat 8 titik dan Jakarta Selatan ada 6 titik," bebernya. 
 

Baca: Warga Kebon Pala Santap Sahur di Tengah Banjir

Lebih lanjut, ia juga mengungkap akan terus membersihkan saluran air yang ada di seluruh Jakarta. Kegiatan ini difokuskan pada tali-tali air yang tersumbat akibat tumpukan sedimen, sehingga tidak mampu mengalirkan air dengan baik dan menyebabkan genangan.

"Untuk pembersihan ataupun pembongkaran dan perbaikan tali-tali air rencananya akan dilakukan seluruh kota administrasi Jakarta.Beberapa contohnya dapat dilihat di sosial media (instagram) Dinas SDA, seperti di Jalan Daan Mogot Km 13, Cengkareng, Jakarta Barat; Jalan Salemba Raya (depan UI Salemba), Senen, Jakarta Pusat; Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara; Jalan Taman Mini I, Jakarta Timur," bebernya. 

"Upaya optimalisasi saluran ini dilakukan agar tali-tali air dan saluran drainase berfungsi optimal, sehingga dapat mereduksi potensi banjir," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)