Indonesia Kecam Keras Serangan Bersenjata di Gereja Ortodoks Yordania

Garis polisi di sekitar Gereja Hamoud, Yordania. Foto: Anadolu

Indonesia Kecam Keras Serangan Bersenjata di Gereja Ortodoks Yordania

Muhammad Reyhansyah • 26 October 2026 16:17

Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras serangan bersenjata di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026 yang menewaskan sembilan orang dan melukai 40 lainnya.

“Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,” demikian pernyataan Kemlu RI yang diunggah melalui akun X, Senin, 26 Oktober 2026.


Indonesia menegaskan bahwa tindakan terorisme dan kekerasan yang menyasar warga sipil serta tempat ibadah tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Indonesia kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan terorisme dan kekerasan yang menargetkan warga sipil tidak bersalah serta menodai kesucian tempat ibadah tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, terlepas dari motif maupun pelakunya,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah dan rakyat Indonesia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.

“Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan, serta mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban luka,” demikian pernyataan Kemlu.

Indonesia turut menyatakan solidaritas kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania serta mendukung langkah otoritas setempat untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku.

“Indonesia menyatakan solidaritas penuh kepada Paduka Mulia Raja Abdullah II, Pemerintah, dan rakyat Yordania dalam menghadapi situasi sulit ini, serta mendukung sepenuhnya langkah-langkah tegas otoritas Yordania untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Yordania.

(Fajar Nugraha)