Viral Penolakan Pasien di GD RSUD La Palaloi Maros, Ini Penjelasan Rumah Sakit

RSUD dr La Palaloi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metro TV

Viral Penolakan Pasien di GD RSUD La Palaloi Maros, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Metro TV • 27 October 2026 17:51

Maros: Video perselisihan antara keluarga pasien dan petugas keamanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr La Palaloi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, viral di media sosial. Insiden tersebut dipicu protes keluarga pasien terhadap penjelasan petugas mengenai kapasitas IGD yang disebut penuh, meski sejumlah tempat tidur terlihat kosong dalam rekaman.

Video berdurasi dua menit 11 detik itu memperlihatkan keluarga pasien beradu argumen dengan petugas keamanan di ruang IGD. Keluarga mempertanyakan alasan rumah sakit menyatakan ruang perawatan darurat penuh serta mempersoalkan cara petugas menyampaikan informasi ketika mereka membutuhkan pelayanan medis untuk orang tuanya.

Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Maros Chaidir Syam meminta Direktur RSUD dr La Palaloi memanggil jajaran terkait untuk mengklarifikasi insiden tersebut. Ia menegaskan, sanksi tegas dapat diberikan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran dalam pelayanan, termasuk pemberhentian bagi petugas yang terbukti menolak pasien.

“Kalau memang dia menolak pasien, itu bisa dihentikan, diberhentikan orang yang memang menolak tersebut,” Bupati Maros Chaidir Syam, Selasa, 27 Oktober 2026.
 


Sementara itu, Direktur RSUD dr La Palaloi Sri Syamsinar membantah pihak rumah sakit menolak pasien tersebut. Ia menjelaskan, kapasitas tempat tidur di IGD sedang penuh ketika pasien datang. Menurut Sri, satu tempat tidur yang terlihat kosong disiapkan untuk tindakan kegawatdaruratan. Adapun empat tempat tidur lainnya diperuntukkan bagi pasien anak.

Sri juga menyampaikan pasien telah menjalani pemeriksaan oleh dokter jaga. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi pasien dinilai tidak termasuk kategori gawat darurat sehingga keluarga diarahkan ke puskesmas terdekat sesuai alamat tempat tinggal.

“Bukan penolakan. Memang situasi pada saat itu IGD sementara full,” Direktur RSUD dr La Palaloi Sri Syamsinar.


Ilustrasi tenaga kesehatan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.


Pihak rumah sakit menyebut kapasitas IGD yang mencapai 38 tempat tidur dalam dua bulan terakhir diklaim selalu terisi seiring tingginya jumlah kunjungan pasien. Kondisi tersebut membuat sejumlah pasien, termasuk pasien rujukan dari puskesmas, terkadang harus menunggu satu hingga dua jam untuk memperoleh tempat tidur.

Terkait video yang beredar, Sri menilai rekaman tersebut tidak menampilkan keseluruhan kronologi kejadian. Ia mengklaim keluarga pasien sempat menerima penjelasan dari dokter dan arahan untuk mencari fasilitas kesehatan lain. Meski demikian, pihak rumah sakit mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan maupun kondisi pasien setelah meninggalkan IGD. (Achmad Fachmi)

(Whisnu M)