Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air ke Tanjung Puting untuk Padamkan Karhutla

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air ke Tanjung Puting untuk Padamkan Karhutla

M Ilham Ramadhan Avisena • 13 October 2026 09:24

Jakarta: Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dipercepat. Presiden Prabowo Subianto mengirimkan 200 pompa air setelah menerima laporan ada hambatan petugas untuk menjangkau titik api yang tersebar di kawasan rawa.

"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," ujar Prabowo, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.

Laporan tersebut diterima Presiden saat memimpin rapat penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan bahwa kondisi geografis Tanjung Puting menjadi salah satu kendala utama. Lokasi kebakaran tersebar di area rawa dan sulit dijangkau kendaraan sehingga petugas membutuhkan peralatan khusus.

Selain menambah pompa air, tim lapangan membutuhkan pengeboran untuk memperoleh sumber air di kawasan rawa. Sumber air tersebut dapat ditemukan melalui pengeboran dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Menanggapi kebutuhan itu, Prabowo langsung menyetujui dukungan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik sumur bor.

"Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik," kata Prabowo.

Prabowo meminta masyarakat setempat turut dilibatkan dalam pengerjaan titik-titik bor tersebut. Pelibatan warga diharapkan mendukung percepatan penanganan kebakaran sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat lokal.


Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

Selain memberikan bantuan peralatan, Presiden menegaskan bahwa penanganan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting harus menjadi perhatian khusus. Kawasan tersebut wajib dilindungi secara serius karena berstatus taman nasional dan memiliki fungsi vital bagi ekosistem.

"Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional," ujar Prabowo.

(Gabriella Thesa Widiari)