Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi saat memberikan keterangan bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026) ANTARA/Fathur Rochman.jpeg
Presiden Prabowo dan El-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Israel
Achmad Zulfikar Fazli • 11 October 2026 17:58
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengecam permukiman ilegal yang dibangun pemerintah Israel. Kedua Kepala Negara juga menyampaikan keprihatinan atas kekerasan, pelanggaran hukum internasional serta, operasi militer Israel yang mengakibatkan korban dari pihak sipil.
"Kami mengecam keras pembangunan permukiman ilegal Israel serta tindakan-tindakan yang justru semakin memperburuk keadaan," kata Presiden Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Prabowo juga menyoroti tindakan provokatif, pelanggaran hak asasi manusia, serta penggunaan kekerasan di luar kepatutan kepada masyarakat Palestina yang tidak bersalah. Prabowo menekankan Solusi Dua Negara sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian.
Kepala Negara menegaskan Indonesia terus memegang penuh komitmen untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka dan hidup dalam perdamaian.

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres
Kedua pemimpin juga sepakat terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
"Kami terus menganjurkan deeskalasi, pengendalian diri, penghormatan terhadap kedaulatan hukum internasional sesuai dengan piagam PBB serta menekankan pentingnya dialog dan diplomasi," tutur Prabowo.
Prabowo menyatakan Indonesia dan Mesir memandang setiap eskalasi akan sangat merugikan kondisi keselamatan warga sipil serta stabilitas dunia.
Sementara itu, Presiden El-Sisi mengapresiasi hubungan baik kedua negara yang sudah terjalin lama, secara khusus menyoroti peningkatan hubungan ke tingkat kemitraan strategis. Dia telah bertukar pikiran dengan Presiden Prabowo terkait konflik di sejumlah wilayah yang menjadi ancaman untuk keamanan dan kedamaian serta stabilitas regional dan global, termasuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
"Kita juga sudah sepakat untuk penyelesaian yang menyeluruh untuk masalah Palestina, untuk diwujudkannya negara Palestina yang merdeka, batas pada Juni 1967, dan ibu kotanya adalah Yerusalem Timur. Itulah jalan satu-satunya untuk mewujudkan perdamaian yang komprehensif," kata El-Sisi.