Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. ANTARA/Tri Meilani Ameliya.
Menteri LH Sebut Semua Pihak Tengah Berjuang Padamkan Karhutla
Siti Yona Hukmana • 13 October 2026 11:58
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan semua kekuatan di Tanah Air tengah bekerja memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini ia sampaikan untuk menegaskan pemerintah tidak abai.
"Semua kekuatan sedang bekerja untuk memadamkan api. Jadi, tidak benar kalau seolah-olah kita abai," kata dia kepada wartawan di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Jumhur menjelaskan berbagai pihak terus dikerahkan untuk menangani kebakaran, mulai dari pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan provinsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, Kementerian Lingkungan Hidup, kepolisian, TNI, hingga komunitas masyarakat.
Jumhur menyebut penanganan terhadap perusahaan perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip strict liability atau pertanggungjawaban mutlak, terutama terkait kebakaran di wilayah konsesi mereka.
Menurut Jumhur, proses verifikasi diperlukan untuk membedakan perusahaan yang diduga sengaja melakukan pembakaran dengan perusahaan yang lahannya terdampak kebakaran.
.jpeg)
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. Kemenhut.
Ia mencontohkan kebakaran di wilayah konsesi yang lahannya belum dibuka perlu dilihat secara berbeda dengan kebakaran yang terjadi di lahan perkebunan yang sudah ditanami kelapa sawit.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengemukakan 60.000 lebih personel gabungan dari sejumlah instansi dikerahkan untuk mendukung operasi darat pemadaman karhutla di beberapa daerah, khususnya Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Teddy menjelaskan laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Salah satu laporan yang diterima ialah pemadaman masih berlangsung di lahan dengan luas total 639 hektare di enam provinsi, khususnya di Kalimantan dan Sumatra.