Cegah Dampak Karhutla, Menteri PPPA Imbau Orang Tua Tak Bawa Balita Keluar

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/Anita Permata Dewi

Cegah Dampak Karhutla, Menteri PPPA Imbau Orang Tua Tak Bawa Balita Keluar

Achmad Zulfikar Fazli • 15 October 2026 17:42

Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengimbau orang tua di lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak bepergian membawa anak-anak keluar rumah, terutama balita. Hal ini untuk mencegah dampak asap pada kesehatan anak.

"Kami memberikan pemahaman kepada keluarga-keluarga paling tidak anaknya tidak diajak untuk bepergian," kata Arifah di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Menurut dia, upaya pencegahan di keluarga sangat penting untuk melindungi kesehatan anak. "Jadi upaya preventif di keluarga masing-masing itu sangat penting," kata Arifah.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas setempat untuk memberikan bantuan masker, layanan kesehatan, dan mengingatkan masyarakat agar berdisiplin menggunakan masker.

"Selama ini kami melakukan koordinasi dengan dinas setempat untuk memberikan salah satu bantuan yang paling cepat, masker," kata Arifah.

Kondisi kabut asap di Maros, Sulawesi Selatan. (Metro TV/ Achmad Fachmi)


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut tingkat keparahan dampak karhutla terhadap kesehatan dapat terlihat dari tingginya angka kasus yang tercatat hingga pertengahan Oktober 2026.

Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus di antaranya pada rentang usia 0-5 tahun.

Pantauan kualitas udara di lapangan menunjukkan ancaman serius bagi kondisi kesehatan masyarakat. Sebanyak 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai, yakni 13 daerah berada pada kategori berbahaya, 11 daerah sangat tidak sehat, dan 13 daerah tidak sehat.

(Achmad Zulfikar Fazli)