PU Kebut Perbaikan 121 Faskes Pascabencana di Sumatra

Rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas terdampak bencana di Sumatra. (Dok: Kementerian PU)

PU Kebut Perbaikan 121 Faskes Pascabencana di Sumatra

Lukman Diah Sari • 16 October 2026 12:59

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dari target 121 fasilitas kesehatan, sebanyak 90 lokasi (74,4 persen) telah memasuki tahap pengerjaan fisik, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.

Secara rinci, seluruh target 50 fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh telah memasuki tahap konstruksi. Di Sumatra Utara, perbaikan telah dimulai pada 21 dari 36 fasilitas. Sementara di Sumatra Barat, sebanyak 19 dari 35 fasilitas kesehatan sudah mulai dibangun kembali.

“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” kata Menteri PU, Dody Hanggodo, di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, penanganan fasilitas kesehatan diarahkan untuk mendukung ketersediaan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak. Penguatan fasilitas tersebut penting untuk menunjang pelayanan masyarakat di hunian sementara.

Selain rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan, Kementerian PU juga melakkukan perbaikan fasilitas rumah ibadah di 370 lokasi di Sumatra. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 lokasi berada di Aceh, dengan rincian 115 lokasi telah memulai konstruksi.


Rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas terdampak bencana di Sumatra. (Dok: Kementerian PU)

Kemudian di Sumatra Utara, dari 208 fasilitas peribadatan yang masuk penanganan, 69 lokasi telah masuk tahap konstruksi. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, dari total 25 fasilitas peribadatan, sebanyak 5 lokasi tahap konstruksi.

Secara keseluruhan, progres penanganan telah mencapai 21,90 persen per 12 Oktober 2026, mencakup fasilitas kesehatan serta fasilitas peribadatan di tiga provinsi terdampak. Kementerian PU terus mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kesiapan konstruksi, kondisi lapangan, serta kebutuhan masyarakat di setiap lokasi.

(Lukman Diah Sari)