Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Banjir Kota Padang

Penanganan banjir di Padang, Sumatra Barat. Foto: Dok. Bakom RI.

Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Banjir Kota Padang

Fachri Audhia Hafiez • 11 October 2026 15:35

Jakarta: Pemerintah bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatra Barat, akibat hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu, 10 Oktober 2026. Penanganan terpadu dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

"Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober 2026.
 


Berton menjelaskan, banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan. Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak, dengan 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji.

Tim SAR gabungan yang melibatkan BNPB, BPBD, Polri, TNI, dan Basarnas telah berhasil mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. Saat ini para pengungsi tersebar di tiga lokasi utama, yaitu Lapau Munggu, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, dan Warung Jembatan Guo.

Pemenuhan kebutuhan dasar juga diprioritaskan. Pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa makanan, selimut, perlengkapan anak, pakaian, hingga tempat tidur darurat ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji.

"Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi," kata Berton.


Penanganan banjir di Padang, Sumatra Barat. Foto: Dok. Bakom RI.

Sejalan dengan BNPB, Polda Sumatra Barat turut mengerahkan ratusan personel gabungan dari Satuan Brimob, Dit Samapta, Ditpolairud, dan Polresta Padang untuk membantu evakuasi di Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.

Polri memastikan seluruh warga di lokasi pengawasan berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa adanya korban jiwa. Selain itu, sebanyak 250 personel dikerahkan untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan mengungsi.

Polda Sumbar juga mendirikan posko kesehatan dan posko SAR di kawasan terdampak. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia mendapat prioritas penanganan medis serta pendistribusian pakaian kering. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke rumah yang masih berisiko terendam hingga situasi dinyatakan aman.

(Fachri Audhia Hafiez)