Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman. (Anadolu Agency)
Serangan Houthi di Taiz Yaman Tewaskan Tiga 3 Sipil dan Lukai 5 Orang
Willy Haryono • 17 October 2026 16:16
Taiz: Tiga warga sipil, termasuk dua perempuan, tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan artileri kelompok Houthi di Provinsi Taiz, Yaman barat daya, menurut laporan sebuah kantor pemerintah setempat.
Kantor Urusan Pengepungan Taiz yang dikelola pemerintah Yaman menyatakan pada Jumat malam bahwa tiga warga sipil tewas ketika kelompok Houthi menembaki Distrik Sabir al-Mawadim, di selatan provinsi tersebut.
Kantor itu mengidentifikasi para korban sebagai Safwan Saeed Obeid, 28 tahun, Asia Abdulsamad Saeed Ahmed, 55 tahun, dan Safiya Hazza Saif al-Baadani.
Menurut pernyataan tersebut, yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 17 Oktober 2026, Houthi juga melancarkan serangan artileri terpisah di wilayah al-Shaqab, di selatan Taiz, serta Aqaqa di bagian barat. Serangan-serangan itu melukai lima warga sipil, termasuk dua perempuan.
Pada Jumat, tentara Yaman mengatakan telah memukul mundur serangan besar-besaran Houthi di front al-Shaqab, selatan Taiz. Menurut Komando Militer Taiz, bentrokan yang berlangsung sekitar delapan jam itu menewaskan 16 pejuang Houthi dan melukai sejumlah lainnya.
Militer Yaman juga mengatakan telah melancarkan serangan udara terhadap posisi Houthi di pos pemeriksaan al-Hangar serta perbukitan al-Maqbaba dan al-Kamil di kawasan al-Dabab, sebelah barat Taiz.
Serangan tersebut, menurut militer, turut menyasar bala bantuan militer, persenjataan, dan peralatan Houthi di sebelah timur front al-Shaqab.
Kelompok Houthi belum memberikan tanggapan langsung atas klaim militer Yaman tersebut.
Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah eskalasi militer yang dimulai pada Juli. Situasi tersebut menjadi peningkatan konflik paling signifikan sejak periode relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mulai berlaku pada April 2022.
Yaman dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Peristiwa itu mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Baca juga: Tentara Yaman Rebut Kembali Sejumlah Lokasi Strategis dari Houthi di Marib