Elon Musk Perintahkan Layanan Starlink untuk Militer Ukraina Diperlambat

Pendiri SpaceX dan juga Starlink, Elon Musk. Foto: The New York Times

Elon Musk Perintahkan Layanan Starlink untuk Militer Ukraina Diperlambat

Fajar Nugraha • 21 October 2026 10:09

California: Pendiri SpaceX, Elon Musk, memerintahkan perlambatan layanan Starlink versi militer yang digunakan oleh pasukan Ukraina.

Tindakan ini memicu kepanikan di Kyiv dan menimbulkan kebingungan di dalam pemerintahan Trump, menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa 20 Oktober 2026.

Para pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada WSJ bahwa Musk membatasi kecepatan layanan internet satelit Starlink yang digunakan oleh Ukraina, sehingga membuat sejumlah drone militer mereka praktis tidak dapat berfungsi.

Baik Musk maupun Presiden Donald Trump telah menyatakan kemarahan mereka terhadap Ukraina karena menyerang kilang minyak diesel Rusia dalam beberapa pekan terakhir, sebuah tindakan yang menurut Trump menjadi penyebab tingginya harga minyak.

Sumber-sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa Musk dan Trump mendiskusikan keputusan terkait Starlink ini, baik sebelum maupun sesudah perlambatan tersebut diketahui publik pekan lalu. Meski demikian, Trump membantah telah memerintahkan perlambatan tersebut.

Beberapa jam setelah perlambatan itu terungkap, Musk menulis di platform X bahwa "setiap batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS" (akronim untuk Presiden Amerika Serikat).

Pada Senin 19 Oktober, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas perlambatan Starlink tersebut, seraya menambahkan, "tetapi saya ingin mencari tahu."

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan, pada hari Selasa bahwa "kami tidak menarik dukungan apa pun," namun menambahkan bahwa "Starlink memiliki opsi untuk mengambil keputusan terkait ketentuan layanannya sendiri."

"Kami tidak mengeluarkan arahan apa pun atau semacamnya," tambah Hegseth, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 21 Oktober 2026.

Setelah perlambatan Starlink diberlakukan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa "warga Ukraina bisa kehilangan nyawa jika layanan tanpa batasan tersebut tidak dipulihkan."

Beberapa pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa "Musk bertindak secara sepihak dan Trump tidak secara khusus memerintahkan tindakan balasan apa pun terhadap Ukraina."

Akan tetapi, sumber lain yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada WSJ bahwa Musk "sempat berbicara dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan, termasuk Trump, sebelum menerapkan pembatasan kecepatan baru tersebut."

Menurut para pejabat Ukraina, kebijakan ini membuat rudal-rudal Rusia mampu menembus pertahanan mereka. Perlambatan tersebut, yang dimulai pada 14 Oktober, terjadi menyusul sejumlah pengumuman dan pernyataan dari pemerintahan Trump yang dianggap oleh para pejabat Ukraina sebagai sikap bermusuhan terhadap Ukraina, termasuk kritik terhadap Zelensky, baik dari Trump maupun Musk.

Menurut laporan tersebut, hal ini membuat pihak Ukraina langsung mencurigai bahwa perintah itu datang dari sang presiden atau dari Musk.

(Fajar Nugraha)