Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (kanan). Foto: Dok. Kemenhut.
Pemadaman Karhutla Kotim Dimaksimalkan lewat Udara dan Darat
Fachri Audhia Hafiez • 18 October 2026 00:42
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terus dimaksimalkan. Upaya ini dilakukan melalui operasi udara seperti water bombing, penggunaan dry ice, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga penguatan pasukan darat.
"Udara kita maksimalkan dengan water bombing, dry ice, dan operasi modifikasi cuaca, dan juga pasukan darat karena ini sangat penting sekali," ujar Raja Juli usai meninjau penanganan karhutla di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Baca Juga :
Raja Juli menyampaikan hal tersebut setelah tiba di lokasi peninjauan sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, ia sempat memimpin penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Dalam peninjauan dan rapat koordinasi di Sampit, Menhut mengecek langsung kondisi lahan gambut yang terbakar untuk memastikan penanganan berjalan optimal agar titik api tidak kembali muncul. Guna mendukung percepatan penanganan bencana ini, Presiden Prabowo Subianto juga telah menyalurkan bantuan dana operasional bagi wilayah terdampak.
"Kemarin Pak Presiden sudah menurunkan Banpres (Bantuan Presiden) untuk Kotim, Rp15 miliar, mohon itu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kalau masih kurang tentu kami juga bisa support lagi secara parsial di mana yang kita butuhkan," jelas Raja Juli.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau salah satu titik karhutla di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Foto: ANTARA/Devita Maulina.
Pemadaman di lapangan melibatkan kolaborasi lintas unsur, mulai dari petugas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan lokal. Menhut meminta seluruh tim di lapangan memastikan api benar-benar padam total serta terus melakukan pemantauan ketat di area gambut terdampak.
Dalam peninjauan tersebut, Menhut didampingi Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Asisten II Hawianan, Kalaksa BPBD Kotim Imam Subekti, Ketua Harian Tim Penanganan Karhutla Rihel, Kadinsos Waren, Kadis PU Mintana Dhinar, serta Kadis DLH Gusti Mukaffi.