Listrik PLN 24 Jam Hadir di Pelosok Sumatra, Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi

Nurlina Lubis, Guru Ngaji di Desa Patialo, kini lega. Murid-muridnya dapat mengaji tanpa lagi menggunakan lampu pelita. (Dok. PLN)

Listrik PLN 24 Jam Hadir di Pelosok Sumatra, Buka Akses Pendidikan dan Ekonomi

Duta Erlangga • 29 September 2026 17:22

Mandailing Natal: Setelah bertahun-tahun mengandalkan lampu teplok dan jaringan listrik swadaya, warga Desa Patialo, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, kini menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam.

Desa yang berjarak sekitar 7 kilometer dari jalan utama Kecamatan Kotanopan itu dihuni 108 kepala keluarga. Sebelum listrik PLN masuk, keterbatasan penerangan turut memengaruhi aktivitas belajar dan kegiatan warga pada malam hari.
 
 
Petugas PLN memobilisasi tiang listrik melalui medan berat untuk menghadirkan listrik di Desa Patialo. (Dok. PLN)
 
Kondisi tersebut dirasakan Asmaul Husna, warga asli Patialo yang berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Saat mempersiapkan kuliah, Husna harus mengikuti pembelajaran daring dengan kondisi pasokan energi dan jaringan internet yang kerap terputus.

"Dulu, kami belajar membaca dan berhitung menggunakan lampu teplok. Setelah ada listrik dari kincir air (PLTMH), kami mulai bisa memakai wifi, tapi jaringannya sering terputus-putus, apalagi saat saya harus belajar lewat Zoom," tutur Husna.


Keterbatasan penerangan juga dialami Nurlina Lubis, Guru Ngaji di Desa Patialo. Sebelum listrik tersedia, kegiatan mengajar mengaji dilakukan dengan mengandalkan lampu pelita.

“Dulu ngaji di sini pakai lampu teplok. Kalau mati lampu atau minyak tanah habis, anak-anak jadi tidak bisa mengaji lagi. Mereka sedih,” ujar Nurlina.

Kini, Desa Patialo telah mendapatkan akses listrik PLN melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Pemerintah melalui Kementerian ESDM.
Bagi warga, hadirnya listrik PLN tidak hanya mengubah kondisi penerangan, tetapi juga memberikan ruang untuk menjalankan aktivitas pendidikan dan ekonomi pada malam hari.

Hal itu dirasakan M. Jamil Lubis, pekebun kayu manis di Desa Patialo.

"Sebagai warga Desa Patialo, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah membantu sehingga listrik PLN bisa masuk ke desa kami," ujar Jamil.
 
 
Seremoni penyalaan listrik di salah satu rumah warga penerima manfaat program listrik Desa Patialo, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara oleh Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution. (Dok. PLN)
 
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution mengatakan pasokan listrik yang stabil dapat menjadi salah satu dasar bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi di desa.

"Pertama, tentu kami mengucapkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang telah menginstruksikan kepada Kementerian ESDM untuk menghadirkan listrik seluruh Indonesia. Ini adalah program Pak Presiden yang langsung dijabarkan oleh Menteri ESDM, Pak Bahlil, beliau langsung merespon kegiatan ini dengan adanya listrik ini dan sudah menyala secara stabil, maka kehidupan masyarakat sudah bisa merencanakan kegiatan-kegiatan ekonomi," ungkap Saipullah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan akses listrik dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

“Kami percaya bahwa listrik merupakan fondasi pembangunan yang mampu membuka akses pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, PLN akan terus menjalankan amanah Pemerintah untuk menghadirkan listrik yang andal hingga ke pelosok negeri agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata,” tutur Darmawan.

Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan pembangunan jaringan distribusi di wilayah dengan kondisi geografis menantang membutuhkan perencanaan teknis dan penyesuaian terhadap kondisi lapangan.

“Membangun jaringan distribusi di wilayah seperti Desa Patialo adalah wujud komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat. Medan berbukit dan akses jalan yang terbatas tidak menjadi penghalang, melainkan pendorong bagi seluruh personel PLN untuk memberikan upaya terbaik dan perencanaan teknis yang matang,” ujar Arsyadany.

Arsyadany mengatakan PLN akan terus memperluas jaringan distribusi ke desa-desa yang belum mendapatkan akses listrik secara penuh.

“Kehadiran listrik di Desa Patialo bukan sekadar menerangi rumah warga, tetapi menghadirkan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkarya. Kami akan terus memperluas jangkauan jaringan distribusi ke wilayah-wilayah yang belum terlistriki, sehingga manfaat listrik dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di seluruh pelosok negeri,” pungkas Arsyadany. 

(Rosa Anggreati)