Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.
IHSG Turun 1,11% ke Level 6.079 Pagi Ini
Husen Miftahudin • 29 September 2026 09:15
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi hari ini mengalami penurunan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 29 September 2026, IHSG berada di posisi 6.118,806.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.08 WIB, IHSG langsung melemah sebanyak 68,452 poin setara 1,11 persen ke level 6.079,407.
Pada perdagangan pagi ini, sebanyak 475 saham emiten melemah. Sementara, 116 saham lainnya menguat dan 135 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.08 WIB sebanyak Rp1,518 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,141 miliar saham.
(1).jpg)
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini masih berpotensi melanjutkan pelemahan, dengan potensi sedikit rebound ke 6.180-6.200.
"Diperkirakan support IHSG di level 6.070-6.100 dan resist IHSG 6.180-6.200," jelas Fanny dalam riset hariannya.
Adapun, Wall Street melemah pada perdagangan Senin (28/9). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,67 persen; S&P 500 melemah 0,77 persen; dan Nasdaq Composite berkurang 0,92 persen. Kenaikan harga minyak dan yield obligasi pemerintah AS menjadi sentimen negatif di tengah ketidakpastian prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Di sisi lain, Bursa Saham Asia kompak melemah pada perdagangan Senin awal pekan (28/9), di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Selain itu, mencermati ketidakpastian penyelesaian konflik AS dan Iran, serta dampak terhadap inflasi dan suku bunga global. Indeks saham unggulan (blue-chip) Tiongkok turun lebih dari dua persen, seiring memudarnya optimisme terhadap pertemuan utama AS-Tiongkok.
Sementara itu, indeks CSI300 yang mencakup perusahaan big cap turun 2,2 persen; dan indeks Shanghai Composite turun 1,7 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong tetap buka selama sebagian besar masa liburan "Golden Week" Tiongkok, menguat 0,54 persen. Di sisi lain, indeks KOSPI Korea Selatan turun 2,7 persen; sementara KOSDAQ naik 0,25 persen.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin (28/9) ditutup terkoreksi 1,51 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp260 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, TLKM, TINS, MDKA, dan INCO.