Irak Resmi Umumkan Berakhirnya Misi Koalisi Internasional Pimpinan AS

Irak resmi mengumumkan berakhirnya misi koalisi internasional pimpinan AS pada Rabu, 30 September 2026. (Anadolu Agency)

Irak Resmi Umumkan Berakhirnya Misi Koalisi Internasional Pimpinan AS

Willy Haryono • 30 September 2026 14:18

Baghdad: Irak resmi mengumumkan berakhirnya misi koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 30 September 2026, yang menandai peralihan menuju hubungan bilateral dengan negara-negara anggota koalisi.

Penasihat keamanan Perdana Menteri Irak Qasim al-Araji mengatakan langkah tersebut merupakan “tonggak penting” setelah melalui negosiasi dan kesepahaman yang dimulai pada Juli 2021.

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Irak, INA, Al-Araji mengatakan pasukan AS telah menyelesaikan penarikan diri dari posisi-posisi terakhir mereka di Irak pada akhir bulan ini.

Menurut dia, fase baru tersebut akan mencakup “hubungan bilateral dengan negara-negara tersebut” yang bertujuan memperkuat kedaulatan Irak.

Al-Araji mengaitkan kemenangan atas kelompok Islamic State (ISIS), atau kerap juga disebut Daesh, dengan “pengorbanan rakyat Irak dan keberanian angkatan bersenjata kami dalam berbagai cabang dan formasinya," serta dukungan dari koalisi internasional dan negara-negara sahabat.

Ia menegaskan berakhirnya misi koalisi “tidak berarti berakhirnya kemitraan," melainkan perubahan menuju hubungan bilateral dengan negara-negara anggota koalisi.

Kerja sama keamanan dan intelijen, pertukaran informasi dan keahlian, serta upaya peningkatan kapasitas akan terus berlangsung “berdasarkan saling menghormati dan kepentingan bersama," kata Al-Araji.

Baghdad dan Washington pada September 2024 sepakat mengakhiri misi militer koalisi di Irak melalui jadwal yang berlangsung hingga akhir September 2026. Kesepakatan tersebut mencakup peralihan menuju hubungan keamanan bilateral antara Irak dan negara-negara anggota koalisi.

Koalisi tersebut dibentuk di bawah kepemimpinan AS pada 2014 setelah ISIS menguasai wilayah yang luas di Irak dan Suriah. Koalisi memberikan dukungan udara, intelijen, dan pelatihan kepada pasukan Irak dalam operasi melawan kelompok tersebut.

Irak mengumumkan pada Desember 2017 bahwa mereka telah mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayah yang sebelumnya dikuasai ISIS.

Baca juga: AS Tarik Pasukan dari Irak, Kekhawatiran ISIS dan Milisi Pro-Iran Menguat

(Willy Haryono)