Pembiayaan Mesin Dorong Modernisasi Industri Percetakan Indonesia

Ilustrasi, industri mesin percetakan. Foto: dsi-printer.co.id

Pembiayaan Mesin Dorong Modernisasi Industri Percetakan Indonesia

Husen Miftahudin • 8 October 2026 05:33

Jakarta: Kebutuhan pembaruan mesin produksi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri percetakan di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi dan daya saing. Peluang tersebut turut mendorong perusahaan pembiayaan menyediakan akses pendanaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan investasi peralatan produksi.
 
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) menjadi salah satu perusahaan yang menyediakan pembiayaan mesin bagi pelaku usaha percetakan dalam gelaran All Print Indonesia Expo 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di Hall C3 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
 
Head of Corporate Business BFI Finance Stanly Darisang mengatakan perkembangan teknologi dan persaingan industri mendorong pelaku usaha untuk melakukan pembaruan mesin produksi.
 
"Sektor percetakan nasional terus bertransformasi seiring pesatnya inovasi dan daya saing pasar. Oleh karena itu, BFI Finance mengambil peran aktif memfasilitasi kebutuhan pembaruan mesin produksi melalui serangkaian program promo bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan para pengusaha," ujar Stanly dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2026.
 
Pembiayaan yang ditawarkan mencakup pembelian mesin baru serta fasilitas modal kerja dengan jaminan invoice mesin. Skema tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan investasi sekaligus menjaga keberlangsungan operasional.
 
Mesin yang dapat dibiayai tidak hanya mencakup peralatan percetakan, seperti digital printing, offset, A3+, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), dan laser cutting. Pembiayaan juga mencakup mesin produksi untuk sejumlah sektor lain, seperti manufaktur, pengolahan kayu (woodworking), peralatan medis (healthcare), dan perangkat teknologi informasi.
 
Untuk periode pameran hingga akhir 2026, BFI Finance juga menawarkan sejumlah skema pembiayaan melalui kerja sama dengan supplier rekanan. Penawaran tersebut antara lain suku bunga nol persen untuk tenor tertentu, pembebasan biaya administrasi, serta penyesuaian biaya provisi menjadi 0,75 persen dari tarif normal 1,25 persen.
 



(Booth BFI Finance dalam gelaran All Print Indonesia Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Foto: dok BFI Finance)
 

Mesin printing jadi salah satu penyerap pembiayaan

 
Di wilayah Jabodetabek, pembiayaan untuk mesin industri percetakan menjadi salah satu lini dengan porsi pembiayaan yang cukup besar di BFI Finance.
 
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kebutuhan investasi dari pelaku usaha percetakan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengikuti perkembangan teknologi mesin.
 
Di tengah beragam kebutuhan pelaku usaha, BFI Finance juga menyediakan pembiayaan mesin dengan prinsip syariah melalui akad murabahah.
 
"Dinamika bisnis saat ini menuntut opsi pendanaan yang lebih fleksibel dan bervariasi. Sebagai solusinya, kami melengkapi portofolio pembiayaan konvensional dengan jalur pembiayaan syariah agar para pelaku usaha dapat memilih skema yang paling sesuai dengan prinsip dan kebutuhan mereka," kata Stanly.
 
Pembiayaan mesin menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha untuk melakukan modernisasi peralatan produksi tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan investasi secara langsung.
 
BFI Finance menilai pengembangan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha dapat membantu pelaku industri meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga daya saing di tengah perkembangan teknologi.
 
Melalui gelaran All Print Indonesia Expo 2026, perusahaan pembiayaan juga melihat peluang untuk memperluas akses pendanaan bagi pelaku usaha percetakan dan sektor industri terkait.

(Husen Miftahudin)