Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Inovasi dan Riset Didorong Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Husen Miftahudin • 6 October 2026 18:28
Jakarta: Kolaborasi antara inovator, peneliti, akademisi, pelaku industri, pemerintah, dan investor terus diperkuat untuk mendorong pengembangan hasil riset dan penemuan menjadi solusi yang dapat diterapkan.
Upaya tersebut salah satunya terlihat dalam kegiatan yang mempertemukan 543 tim dari 21 negara di SMESCO Jakarta pada 3-6 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 2.000 inovator dan peserta dari Indonesia maupun mancanegara.
Peserta berasal dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Iran. Mereka mempresentasikan berbagai hasil penemuan dan inovasi melalui pameran serta kompetisi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Perkumpulan Promosi Penemuan dan Inovasi Indonesia (INNOPA) melalui Indonesia Inventors Day (IID) 2026 dengan tema Built by Idea, Shaped by People.
Forum tersebut menjadi ruang bagi inventor, peneliti, akademisi, pelajar, dan mahasiswa untuk memperkenalkan hasil inovasi sekaligus bertukar pengetahuan, teknologi, dan pengalaman.
Kolaborasi lintas bidang dan negara diharapkan dapat membuka peluang pengembangan inovasi menuju tahap implementasi dan komersialisasi.
Presiden INNOPA Erricha Insan Pratisi mengatakan sebuah inovasi tidak berhenti pada gagasan, tetapi berkembang melalui proses penciptaan, pengembangan, dan kolaborasi.
"Built by Idea, Shaped by People menggambarkan perjalanan sebuah inovasi. Setiap inovasi dimulai dari sebuah ide, tetapi ide tersebut berkembang melalui manusia yang menciptakan, mengembangkan, berkolaborasi, dan membawanya menjadi solusi nyata," ujar Erricha dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut dia, ruang pertemuan antara ide dan berbagai pihak diperlukan untuk membangun kolaborasi yang melampaui batas negara.

(Indonesia Inventors Day 2026. Foto: dok Istimewa)
Dorong nilai tambah
Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Driszal Fryantoni mengatakan forum inovasi penting untuk mempertemukan hasil riset dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
"Tantangan berikutnya adalah bagaimana inovasi tidak berhenti pada tahap penemuan, tetapi dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan," ujar Driszal.
Dengan partisipasi 543 tim dari 21 negara, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang interaksi antara komunitas inovasi Indonesia dan internasional.
Kolaborasi antara dunia pendidikan, lembaga riset, industri, pemerintah, investor, dan masyarakat dinilai diperlukan agar berbagai gagasan inovatif dapat dikembangkan menjadi produk atau solusi yang memiliki manfaat lebih luas.