Pemulihan Pascagempa NTT, Kementerian PU Tangani 1.024 Infrastruktur

Pemulihan pascagempa NTT. (Istimewa)

Pemulihan Pascagempa NTT, Kementerian PU Tangani 1.024 Infrastruktur

Lukman Diah Sari • 8 October 2026 19:57

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut pemulihan infrastruktur pascagempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini krusial untuk memastikan konektivitas, layanan sumber daya air, dan fasilitas dasar masyarakat kembali beroperasi normal.

Hingga 5 Oktober 2026, tercatat sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak di delapan kabupaten/kota telah ditangani. Bahkan, pemulihan jaringan jalan, jembatan, serta infrastruktur sumber daya air telah dirampungkan hingga 100 persen.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa penanganan infrastruktur terdampak gempa di Pulau Flores wajib dilakukan secara cepat dan tepat. Pihaknya mengusung prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan standar kualitas yang lebih baik, aman, dan tahan bencana.

"Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya," tegas Dody.

Di sektor konektivitas, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU telah memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional, meski sempat terjadi kerusakan di 89 titik longsor dan lima patahan. Belasan jembatan, tepatnya 14 jembatan beserta sejumlah gorong-gorong (duiker), juga sudah kembali beroperasi.

Untuk sektor sumber daya air, Kementerian PU telah memverifikasi fungsi layanan pada dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 15 sumur air baku, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai. Seluruh penanganan dan verifikasi di sektor ini telah mencapai angka 100 persen.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Cipta Karya fokus menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Rinciannya, 64 dari 93 SPAM terdampak telah diverifikasi, 86 dari 129 bangunan gedung telah diverifikasi, dan 6 dari 10 prasarana sanitasi juga rampung diverifikasi. Khusus untuk sembilan kawasan strategis, penanganannya dipastikan tuntas 100 persen.

Pemulihan pascagempa NTT. (Istimewa)

Dalam masa tanggap darurat, Kementerian PU juga telah mendistribusikan 88 dari total 131 unit sarana prasarana untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi bencana. Bantuan yang disalurkan meliputi 15 mobil tangki air, dua mobil vakum tinja, 46 hidran umum, dua toilet portabel, 18 velbed, satu biority, tiga tenda, dan satu dump truck.

Terkait prasarana strategis, terdapat 651 infrastruktur yang terdampak, mencakup 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan. Sebanyak 644 bangunan telah selesai diverifikasi, 146 masuk tahap pembersihan, dan 59 bangunan rusak ringan telah mendapat penanganan awal.

Seluruh percepatan pemulihan ini sejalan dengan Visi PU 608. Visi tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai penggerak yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi penopang utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

(Lukman Diah Sari)