Pertemuan antara Pemkab Malang bersama AEPW di Melati Resto, Hotel Tugu Malang/istimewa.
Pemkab Malang Perluas Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat ke 6.000 RT
Whisnu Mardiansyah • 6 October 2026 14:43
Malang: Pemerintah Kabupaten Malang bersama Alliance to End Plastic Waste (AEPW) memperluas program pengelolaan sampah berbasis masyarakat ke 6.000 rukun tetangga (RT) di 12 desa. Program tersebut mendorong masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Perluasan program dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat masyarakat. Skema tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi dapat berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang memberikan manfaat secara nyata.
Pemerintah Kabupaten Malang juga menargetkan pola edukasi dan pemilahan sampah dari sumbernya dapat menjadi model yang bisa diterapkan di daerah lain. Untuk mencapai sasaran tersebut, pelaksanaan program di lapangan akan terus didorong agar berjalan secara konsisten.
Bupati Malang M Sanusi menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjalankan program tersebut. Menurut dia, penanganan sampah rumah tangga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
"Harapan kami program ini tidak terlalu lama dalam prosesnya. Penyelesaian persoalan sampah harus terus didorong agar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Bupati Malang, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sanusi menyampaikan edukasi mengenai pemilahan sampah di tingkat RT menjadi salah satu dasar dalam membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat. Selain edukasi, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah kebutuhan pendukung, termasuk lahan dan transportasi sampah.
Kolaborasi Pemkab Malang dan AEPW ditargetkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan hingga 2027 atau 2028. Pelaksanaan program pada tahap awal juga telah mendapat perhatian dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.
.jpg)
(Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan. Foto: Dok istimewa)
"Ini merupakan pilot project. Kalau bisa berjalan dengan baik, tentu akan menjadi contoh dan menarik minat berbagai pihak untuk ikut mengembangkan program serupa di Kabupaten Malang," jelas Sanusi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menyatakan jajaran pemerintah daerah siap mengawal penerapan program di seluruh wilayah yang menjadi sasaran. Menurut dia, keterlibatan berbagai sektor diperlukan agar pelaksanaan program berjalan optimal dan manfaatnya dapat diterima masyarakat.
"Pemkab Malang mendukung sepenuhnya program ini. Harapannya, program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ungkap Budiar.