Gaji Pas-pasan Bukan Halangan, Investasi Bisa Dimulai dari Rp100 Ribu

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Gaji Pas-pasan Bukan Halangan, Investasi Bisa Dimulai dari Rp100 Ribu

Andika Fauzan Azhari • 6 November 2026 12:28

Jakarta: Masalah umum ketika hendak memulai investasi soal tidak adanya uang dingin atau uang lebih yang tidak terpakai. Kendala ini yang kerap dialami oleh para pekerja dengan gaji yang pas-pasan. Penghasilan bulanan langsung terserap banyak untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

 
Konsultan & Edukator Keuangan Aliyah Natasya memberikan optimisme untuk pekerja dengan penghasilan atau gaji yang pas-pasan. Menurut dia, mereka tetap bisa mulai berinvestasi dengan menyisihkan nominal yang kecil. Misalnya, menyisihkan Rp100 ribu untuk memulai investasi.

Memulai dari nominal kecil dinilai lebih aman guna meminimalisir risiko kerugian serta kesalahan belajar. "Buat aku, gaji pas-pasan itu paling tidak kita bisa menyisihkan Rp100 ribu buat mulai," ujar Aliyah Natasya dalam acara talkshow Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Jumat, 6 November 2026.  
 

Ia menjelaskan, alasan utama menyarankan untuk mulai dari nominal kecil adalah agar apabila terjadi kerugian atau kesalahan dalam mengelola uang, dampaknya tetap kecil. Sebaliknya, jika seseorang menunggu hingga memiliki dana jutaan rupiah, risiko kegagalan dan uang yang hilang bisa menjadi jauh lebih besar.  


Investasi Saham vs Emas, Mana yang Lebih Baik?

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)


 

Belajar dari kesalahan kecil


Menurut Aliyah, membiasakan diri berinvestasi sejak nominal kecil juga memberikan pengalaman langsung bagi pemula untuk merasakan keuntungan (cuan), sekaligus belajar mengelola risiko agar tidak merugi di kemudian hari.  

"Kalau kamu enggak kecemplung, kamu enggak tahu betapa nikmatnya kamu bisa menikmati cuan ataupun bagaimana caranya belajar biar enggak rugi lagi," kata dia.  

Dengan memulai langkah finansial secara bertahap dan tidak menunggu nominal yang besar, pekerja berpenghasilan terbatas tetap memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan aset mereka di pasar keuangan.

(Gervin Nathaniel Purba)