Komite Palestina Serukan Gereja Dunia Bersama-sama Bantu Pengungsi Gaza

Komite Kepresidenan Palestina menyerukan gereja-gereja dunia membantu pengungsi Gaza yang terdampak hujan deras. (Anadolu Agency)

Komite Palestina Serukan Gereja Dunia Bersama-sama Bantu Pengungsi Gaza

Willy Haryono • 8 November 2026 13:14

Gaza: Komite kepresidenan Palestina menyerukan gereja-gereja di seluruh dunia untuk memberikan bantuan kepada Jalur Gaza dan membantu melindungi tempat-tempat ibadah di wilayah tersebut.

Seruan ini disampaikan ketika hujan deras mengguyur Gaza dan memperburuk kondisi keluarga pengungsi yang kesulitan mendapatkan tempat berlindung yang aman.

Dalam imbauan mendesak, Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja di Palestina meminta bantuan berupa makanan, air minum, obat-obatan, tenda, dan perlengkapan musim dingin. Bantuan diprioritaskan bagi anak-anak, bayi, lansia, dan orang sakit.

Mengutip dari Anadolu, Minggu, 8 November 2026, pihak komite menyebut sekitar 950.000 pengungsi tinggal di kawasan rawan banjir, termasuk lebih dari 400.000 orang yang menghadapi risiko tinggi.

Komite juga melaporkan air hujan merembes ke dalam Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius yang bersejarah di Kota Gaza. Kondisi ini, menurut mereka, menunjukkan pentingnya melindungi tempat-tempat ibadah serta memperbaiki kerusakan pada situs keagamaan dan bersejarah.

“Penghancuran gereja-gereja di Gaza tidak dapat dipisahkan dari kehancuran yang lebih luas terhadap kehidupan, rumah, dan warisan budaya Palestina,” demikian pernyataan komite tersebut.

Komite menegaskan bahwa komunitas Kristen turut mengalami penderitaan bersama masyarakat Palestina lainnya, termasuk pengungsian serta kehilangan tempat tinggal dan rasa aman.

Menurut komite, melindungi keberadaan komunitas Kristen di Tanah Suci tidak dapat dipisahkan dari upaya membela hak-hak warga Palestina atas kehidupan, kebebasan, dan martabat.

Perang Gaza

Komite juga mendesak gereja-gereja menggunakan pengaruh mereka untuk menekan pemerintah dan lembaga internasional agar menjamin akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan, pasokan medis, dan bahan bakar. Mereka turut menyerukan koordinasi lebih erat dengan gereja serta organisasi bantuan di Palestina untuk menjangkau keluarga yang paling terdampak.

“Doa untuk Gaza harus disertai tindakan nyata bagi rakyatnya,” ujar pernyataan tersebut.

Secara terpisah, Kepresidenan Palestina mendesak Dewan Keamanan PBB segera turun tangan untuk menjamin akses bantuan tanpa pembatasan dan memberikan perlindungan internasional bagi warga Palestina. Kepresidenan menyalahkan serangan Israel, blokade, serta penghambatan bantuan atas semakin parahnya krisis kemanusiaan.

Hujan deras dan angin kencang mengguyur Gaza sejak Jumat malam. Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan sekitar 70.000 tenda terendam banjir dan puluhan dinding bangunan roboh.

Perang Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023 telah menghancurkan rumah-rumah dan infrastruktur. Meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, pembatasan Israel terhadap bantuan, pasokan tempat berlindung, dan material rekonstruksi disebut masih menghambat upaya pemulihan.

Secara keseluruhan, lebih dari 74.000 warga Palestina dilaporkan tewas selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: Hujan Deras Rendam Tenda Pengungsi di Gaza, PBB Catat 950 Ribu Jiwa Terancam Banjir

(Willy Haryono)