BPBD Kota Yogyakarta Mitigasi Antisipasi Terburuk Dampak Bencana

Simulasi penanganan dampak bencana alam di Yogyakarta. Dokumentasi/BPBD

BPBD Kota Yogyakarta Mitigasi Antisipasi Terburuk Dampak Bencana

Ahmad Mustaqim • 31 October 2026 15:28

Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana, terutama menjelang musim hujan. Upaya tersebut dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama organisasi perangkat daerah (OPD), instansi terkait, dan berbagai unsur relawan.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan latihan kesiapsiagaan digelar untuk memperkuat kemampuan antarpihak dalam memberikan bantuan saat terjadi bencana. Kerja sama lintas instansi diperlukan, terutama untuk mengatasi keterbatasan jumlah personel.

"Kami lakukan latihan kesiapsiagaan untuk bisa saling membantu satu sama lain, termasuk karena ada keterbatasan personel," kata Nur Hidayat, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Latihan yang disertai simulasi pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR) gabungan tersebut berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta. Kegiatan melibatkan sejumlah unsur, antara lain Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Public Safety Center (PSC), Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satgas Linmas, petugas keamanan Taman Budaya Embung Giwangan, serta relawan dan unsur pendukung lainnya.

Menurut Nur Hidayat, simulasi tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi antarlembaga agar penanganan bencana berlangsung secara terpadu. Pembagian tugas dan tanggung jawab juga perlu diperjelas agar tidak terjadi tumpang tindih peran ketika operasi penanganan darurat dilakukan.
 


Keterlibatan berbagai instansi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan personel BPBD. Selain itu, dukungan lintas lembaga memungkinkan pemanfaatan sarana dan prasarana secara saling melengkapi.

"Sehingga untuk memenuhi kecukupan personel kita harus bersama-sama. Kedua, sarana dan prasarana penanganan juga tidak semuanya dimiliki setiap instansi. Apa yang dimiliki satu pihak dan tidak dimiliki pihak lain bisa saling melengkapi," kata dia.

Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan sejumlah tahapan penanganan kedaruratan akibat gempa bumi. Skenario latihan mencakup kejadian bangunan runtuh hingga proses penyelamatan korban dengan metode vertical rescue.

Peserta juga memperagakan pendirian posko lapangan, posko SAR gabungan, dan posko medis. Dukungan logistik turut disimulasikan untuk menunjang pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Nur Hidayat menambahkan, kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi perlu disertai pemetaan kondisi bangunan di wilayah Kota Yogyakarta. Untuk keperluan tersebut, BPBD bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) telah mendata 1.000 rumah terkait ketahanannya terhadap gempa bumi.


Talud ruas jalan kabupaten di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah, longsor akibat hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) dini hari. ANTARA/HO-BPBD Banyumas


"Pengalaman gempa bumi tahun 2006 menunjukkan banyak bangunan yang tidak tahan gempa. Karena itu, kita perlu memetakan rumah-rumah di Kota Yogyakarta yang belum tahan gempa. Ini menjadi evaluasi bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, sekaligus perlunya edukasi mengenai pembangunan atau rehabilitasi bangunan agar lebih tahan gempa," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Yogyakarta Agus Maryanto menyampaikan latihan gabungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi regulasi, rencana penanggulangan bencana, serta kebutuhan fasilitas pendukung penanganan darurat.

Ia mengatakan kegiatan latihan SAR gabungan itu baru pertama kali diselenggarakan. Karena itu, masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan melalui pelaksanaan latihan secara berkelanjutan.

"Ke depan, dengan lebih banyak mengadakan latihan, diharapkan penanganan bencana bisa semakin cepat, lebih baik, dan efektif. Kita juga perlu memastikan kebutuhan sarana dan prasarana dapat teridentifikasi dengan baik," ujarnya.

(Whisnu M)