Sekjen PBB Antonio Guterres. (Anadolu Agency)
Guterres Kecam Kematian Staf PBB dalam Tahanan Houthi di Yaman
Muhammad Reyhansyah • 2 November 2026 12:05
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam kematian seorang staf PBB yang meninggal saat berada dalam tahanan kelompok Houthi di Yaman.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform media sosial X, Sabtu, 31 Oktober 2026, Guterres mengaku sangat terkejut atas kematian Mohammed Ibrahim al-Shami, yang bekerja untuk Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR).
Al-Shami telah ditahan secara sewenang-wenang oleh kelompok Houthi sejak 6 Juni 2024. Guterres mengatakan al-Shami menjadi pegawai PBB kedua yang meninggal saat berada dalam tahanan otoritas Houthi.
"Saya tetap sangat prihatin terhadap keselamatan dan kesejahteraan personel PBB, mantan staf PBB, serta personel organisasi kemanusiaan dan masyarakat sipil yang masih ditahan," kata Guterres, dikutip dari Anadolu, Senin, 2 November 2026.
Sebelumnya, Ahmed Ba'alawi, staf lokal Program Pangan Dunia (WFP), meninggal pada 11 Februari 2025 setelah ditahan oleh otoritas setempat di Yaman utara sejak 23 Januari 2025.
Yaman dilanda konflik sejak 2014, ketika pasukan Houthi merebut ibu kota Sanaa. Situasi tersebut kemudian mendorong intervensi militer koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Konflik berkepanjangan itu memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Jutaan penduduk Yaman kini bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Baca juga: Pegawai PBB Meninggal dalam Tahanan Houthi usai Dua Tahun Diculik