Ilustrasi. Foto: Dok Pexels
Mengenal Tokoh-Tokoh yang Berjasa dalam Sejarah Keuangan Indonesia
Eko Nordiansyah • 2 November 2026 19:25
Jakarta: Perjalanan keuangan Indonesia tidak lepas dari peran sejumlah tokoh yang ikut membangun sistem moneter, perbankan, dan pengelolaan fiskal sejak awal kemerdekaan. Kontribusi mereka menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Salah satu tokoh tersebut adalah Syafruddin Prawiranegara. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), Syafruddin merupakan orang Indonesia pertama sekaligus satu-satunya yang pernah menjabat Presiden De Javasche Bank pada 1951-1953. Setelah nasionalisasi bank tersebut, ia menjadi Gubernur BI pertama pada 1953-1958.
Syafruddin juga pernah menjabat Menteri Keuangan pada 1946. Ia mengusulkan agar pemerintah segera menerbitkan mata uang sendiri sebagai simbol kemerdekaan sekaligus menggantikan berbagai mata uang asing yang masih beredar.
Peran tokoh dalam membangun kedaulatan fiskal
Tokoh lainnya adalah Sumitro Djojohadikusumo, ekonom dan negarawan yang berperan dalam perumusan kebijakan ekonomi Indonesia. Kementerian Keuangan mencatat Sumitro pernah terlibat dalam berbagai perundingan penting, termasuk Linggarjati, Renville, dan Konferensi Meja Bundar.Sumitro juga dikenal melalui pemikirannya mengenai pentingnya kedaulatan fiskal agar Indonesia tidak bergantung pada kekuatan ekonomi negara lain.
Selain itu, ada Frans Seda yang menjabat Menteri Keuangan pada 1966-1968. Dalam acara Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda pada 1 Oktober 2026, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Frans Seda mewariskan nilai kredibilitas dan disiplin fiskal dalam pengelolaan keuangan negara.
Salah satu langkah penting Frans Seda adalah menyesuaikan belanja negara dengan kemampuan pemerintah memperoleh pendapatan. Menurut Suahasil, prinsip tersebut tetap relevan untuk menjaga kepercayaan dalam pengelolaan APBN ketika menghadapi tekanan ekonomi.

(Salah satu bagian dari Museum BI yang menampilkan sejarah rupiah. Foto: Metrotvnews.com/Wijokongko)
Rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi
Peran para tokoh tersebut juga berkaitan dengan perjalanan rupiah sebagai mata uang nasional. Kementerian Keuangan mencatat, uang Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai berlaku secara sah pada 30 Oktober 1946. Saat itu, Syafruddin Prawiranegara menjabat sebagai Menteri Keuangan.Bank Indonesia menjelaskan, rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara. Hal tersebut tercermin melalui gambar pahlawan, kebudayaan, serta keanekaragaman flora dan fauna Indonesia pada uang rupiah.
Melalui perjalanan tersebut, kontribusi tokoh-tokoh di bidang moneter dan fiskal menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan keuangan Indonesia. Peran mereka menunjukkan kedaulatan ekonomi juga dibangun melalui pengelolaan mata uang, perbankan, dan keuangan negara. (Hasri Khairunnisa)