Suriah Tuduh Israel Lancarkan 1.000 Serangan Sejak Runtuhnya Rezim Assad

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani. (Anadolu Agency)

Suriah Tuduh Israel Lancarkan 1.000 Serangan Sejak Runtuhnya Rezim Assad

Willy Haryono • 31 October 2026 18:41

Manama: Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan terhadap negaranya dalam waktu kurang dari dua tahun. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan orang.

Pernyataan Shaibani disampaikan dalam sesi pembahasan keamanan regional di forum Manama Dialogue 2026, menurut kantor berita Suriah, SANA, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

"Wilayah kami telah menjadi sasaran lebih dari 1.000 serangan Israel dalam waktu kurang dari dua tahun, yang menewaskan puluhan orang," kata Shaibani.

"Bagaimana seruan untuk mengendalikan perbatasan dan menempatkan senjata sepenuhnya di bawah kendali negara dapat dibenarkan, sementara kedaulatan Suriah setiap hari dilanggar dan menjadi sasaran?" ujarnya.

Mengecam serangan Israel tersebut, Shaibani menyerukan agar pasukan kembali ke garis posisi sebelum 8 Desember 2024 serta meminta implementasi Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.

Ia menegaskan bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah. Menurutnya, Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 497 menjadi acuan dalam persoalan tersebut.

Sejak rezim Bashar al-Assad tumbang pada 8 Desember 2024, Israel telah menduduki zona penyangga Suriah yang dibentuk berdasarkan Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974. Israel juga mendirikan sejumlah posisi militer di dalam maupun di luar zona tersebut.

Langkah Israel itu dinilai PBB sebagai pelanggaran terhadap perjanjian tersebut.

Baca juga: Israel Kerahkan Kendaraan Militer ke Wilayah Suriah

(Willy Haryono)