Unggul Tipis atas Netanyahu, Kubu Oposisi Israel Bersorak-sorai di Tel Aviv

Kelompok pendukung oposisi Israel berkumpul di Tel Aviv. (EPA-EFE)

Unggul Tipis atas Netanyahu, Kubu Oposisi Israel Bersorak-sorai di Tel Aviv

Muhammad Reyhansyah • 28 October 2026 13:31

Tel Aviv: Pendukung Partai Yashar pimpinan tokoh oposisi Gadi Eisenkot bersorak di Tel Aviv pada Selasa, 27 Oktober 2026, setelah hasil hitung cepat atau exit poll menunjukkan blok oposisi unggul tipis atas kubu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun, kedua kubu diproyeksikan belum mencapai mayoritas di parlemen.

Mengutip dari Viory, rekaman video dari markas Partai Yashar pada malam pemilihan memperlihatkan para pendukung bersorak dan mengibarkan bendera Israel serta bendera partai ketika proyeksi awal diumumkan.

Exit poll dari tiga saluran televisi utama Israel memproyeksikan blok oposisi Eisenkot meraih 52 atau 53 kursi, sedangkan blok pendukung Netanyahu memperoleh 50 kursi. Meski demikian, Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan tetap menjadi partai tunggal dengan perolehan kursi terbanyak, mengungguli Yashar.

Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel, mengatakan hasil awal tersebut menunjukkan "ketiadaan kepercayaan sepenuhnya" terhadap Netanyahu. Ia berjanji akan berupaya menggantikan pemerintahan perdana menteri tersebut.

Namun, proyeksi dari sejumlah lembaga penyiaran lainnya justru menempatkan blok Netanyahu di posisi unggul. Dengan demikian, hasil pemilihan masih belum dapat dipastikan.

Partai-partai yang dipimpin atau didukung warga Arab, termasuk Ra'am dan Joint List, diproyeksikan meraih 17 atau 18 kursi. Perolehan tersebut berpotensi menempatkan mereka pada posisi penting dalam negosiasi pembentukan koalisi.

Pemilihan ini menjadi yang pertama di Israel sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang yang menyusul di Jalur Gaza.

Dengan mayoritas parlemen membutuhkan sedikitnya 61 kursi dari total 120 kursi Knesset, hasil exit poll mengindikasikan bahwa pembentukan koalisi akan berlangsung sulit, alih-alih menghasilkan pemenang yang jelas.

Jika negosiasi koalisi gagal, Israel berpotensi kembali menggelar pemilihan. Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk.

Baca juga: Mengenal Gadi Eisenkot, Tokoh Oposisi Israel yang Ingin Akhiri Kekuasaan Netanyahu

(Willy Haryono)