DPP Kulon Progo Intensif Awasi Kesehatan Ternak Jelang Iduladha

Foto: Metrotvnews.com/Zein Zahiratul Fauziyyah

DPP Kulon Progo Intensif Awasi Kesehatan Ternak Jelang Iduladha

Ahmad Mustaqim • 14 May 2026 13:10

Kulon Progo: Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kondisi kesehatan ternak terpantau baik jelang perayaan Iduladha 2026. Pemerintah setempat menyebut kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) nol kasus sejak beberapa bulan lalu. 

"Terakhir tercatat pada Januari 2026 sebanyak 91 kasus, dan semuanya berhasil disembuhkan," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPP, Kabupaten Kulon Progo, Yuriati pada Kamis, 14 Mei 2926. 

Selain PMK, Yuriati mengatakan penyakit hewan seperti dan Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato yang pernah muncul tetap perlu diawasi. Ia mengatakan peningkatan pengawasan sudah dimulai sejak awal April menyusul masukkan ternak-ternak luar daerah, khususnya sapi. 

Ia mengatakan kandang-kandang peternak komunal hingga tempat perdagangan hewan sudah bertahap diawasi. Ia mengatakan ada banyak titik di Kabupaten Kulon Progo yang jadi tempat berniaga ternak. 

"Kami memantau beberapa titik penampungan besar seperti di wilayah Lendah, Panjatan, Nanggulan, hingga Samigaluh, serta pedagang-pedagang yang tersebar di seluruh Kulon Progo," katanya.

Ilustrasi hewan kurban. Foto: Antara.

Yuriati mengatakan belum lama ini menemukan cacing hati (fasciola hepatica) pada ternak. Meski tak jadi ancaman besar, kasus demikian umum dijumpai pada ternak di wilayah tropis dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas.

"Kerusakannya sering kali baru diketahui setelah hewan disembelih dan organ hatinya diperiksa. Jika terinfeksi, bagian hati tersebut harus di-afkir atau dibuang karena tidak layak dan tidak etis untuk dikonsumsi," ucapnya.

Ia mengingatkan pada masyarakat lebih selektif dalam membeli hewan kurban. Selain kondisi fisik sehat, juga harus diperkuat bukti surat keterangan sehat dari pihak berwenang. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)