Penumpang dari kapal pesiar MV Hondius telah dievakuasi setelah muncul wabah Hantavirus. (via oceanwide-expeditions.com)
Daftar Negara Sebaran Penumpang MV Hondius, Kapal Tempat Hantavirus Terkuak
Riza Aslam Khaeron • 13 May 2026 11:04
Jakarta: Publik baru-baru ini dihebohkan oleh laporan kasus hantavirus yang melanda kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius, yang membawa lebih dari 140 penumpang ke seluruh dunia. Kabar mengenai wabah ini mulai mencuat di berbagai media sejak Minggu, 3 Mei 2026.
Hantavirus menyebar melalui udara yang terkontaminasi partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Wabah kali ini dikaitkan dengan strain Andes — satu-satunya varian hantavirus yang diketahui mampu menular dari manusia ke manusia, bukan hanya dari hewan ke manusia. Strain ini bersifat endemik di wilayah pedesaan Amerika Selatan.
Hingga kini, setidaknya delapan orang yang berada di atas kapal terkonfirmasi atau diduga terinfeksi, tiga orang meninggal dunia, dan satu orang masih dalam perawatan intensif. Berikut kronologi penyebaran wabah ini dari Amerika Selatan serta keberadaan dan kondisi penumpang MV Hondius saat ini.
Awal Mula Diduga dari Amerika Selatan

Oligoryzomys longicaudatus. (michaelweymann/inaturalist)
Kapal MV Hondius bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026. Pihak-pihak pertama yang menunjukkan gejala adalah sepasang suami istri lansia asal Belanda yang berada di kapal tersebut, dan keduanya termasuk dalam tiga korban meninggal.
Media lokal Argentina melaporkan bahwa pasangan tersebut sempat mengunjungi sebuah tempat pembuangan sampah di Ushuaia sebelum naik kapal — diduga untuk mencari spesies burung langka.
Ada dugaan bahwa salah satu dari mereka terpapar kotoran tikus yang terinfeksi di lokasi tersebut. Meski begitu, otoritas kesehatan setempat menyatakan hal itu kecil kemungkinannya karena Ushuaia tidak mencatat kasus hantavirus sejak 1996.
Namun, mengutip Al-Jazeera, sejumlah pakar menegaskan perlu ada pemeriksaan lapangan lebih lanjut, sebab ekosistem dan keberadaan hewan pembawa virus bisa berubah seiring waktu. Pekan lalu, otoritas kesehatan Argentina turun ke lokasi untuk mengambil sampel tikus di sekitar tempat pembuangan sampah tersebut.
Media Argentina juga melaporkan bahwa pasangan tersebut telah bepergian di kawasan itu selama beberapa bulan — tiba di Argentina pada 27 November, menyeberang ke Cili selatan, lalu menetap di Uruguay dari 13 hingga 27 Maret sebelum kembali ke Argentina.
Strain Andes bersifat endemik di sebagian besar wilayah Cili, termasuk kawasan Aysen yang berbatasan langsung dengan Argentina — sehingga kemungkinan paparan di Cili atau wilayah Argentina lainnya belum bisa dikesampingkan.
Penumpang MV Hondius Dievakuasi ke Berbagai Negara
WHO pertama kali menerima laporan adanya kasus penyakit pernapasan berat di atas kapal pada 2 Mei 2026, saat MV Hondius berlabuh di dekat Tanjung Verde. Saat itu, setidaknya 34 penumpang dan awak kapal sudah turun dari kapal sebelum tanggal tersebut — sebagian turun di perhentian masing-masing, sebagian lain dievakuasi karena jatuh sakit.Salah satu penumpang sempat turun di Tristan da Cunha, sebuah wilayah terpencil milik Inggris di Atlantik Selatan, pada 14 April. Penumpang itu kini menjadi suspek hantavirus. Untuk menanganinya, enam tenaga medis militer Inggris diterjunkan dengan parasut ke pulau terpencil tersebut pada hari Sabtu guna mengantarkan personel medis beserta perlengkapan dan oksigen.
Kapal kemudian berlabuh di dekat Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, dan proses evakuasi besar-besaran pun dimulai pada Minggu, 10 Mei 2026. Penumpang dievakuasi ke darat menggunakan perahu kecil yang didampingi petugas berpakaian alat pelindung diri lengkap, lalu diangkut dengan pesawat menuju negara asal masing-masing dari lebih dari 20 negara.
| Baca Juga: Bagaimana Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar? Simak Kronologinya |
Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, hadir langsung di Tenerife untuk memantau proses evakuasi dan menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.
Berikut sebaran evakuasi dan kondisi penumpang dari berbagai negara:
- Amerika Serikat — Setidaknya satu dari 17 penumpang asal AS yang dievakuasi terkonfirmasi positif hantavirus meski tidak menunjukkan gejala. Penerbangan membawa mereka ke Omaha, Nebraska, untuk menjalani karantina.
- Prancis — Menteri Kesehatan Prancis mengungkapkan bahwa satu dari lima penumpang asal Prancis mulai menunjukkan gejala dalam penerbangan pulang pada hari Minggu. Kondisinya memburuk dengan cepat setelah tiba di Paris. Perdana Menteri Prancis memerintahkan semua lima penumpang asal Prancis diisolasi hingga pemberitahuan lebih lanjut.
- Inggris — Penumpang asal Jepang terbang ke Inggris menggunakan pesawat yang diatur pemerintah Inggris dan akan dipantau hingga 45 hari. Warga negara Inggris dikarantina di rumah sakit selama 72 jam, dilanjutkan enam pekan isolasi mandiri.
- Belanda — Pesawat evakuasi membawa 26 orang dari berbagai negara mendarat di Eindhoven pada Minggu malam. Warga Belanda menjalani karantina mandiri enam pekan di rumah masing-masing.
- Jerman — Empat warga Jerman dipindahkan dari Belanda ke RS Universitas Frankfurt untuk kemudian dibawa ke kota asal masing-masing dan dikarantina. Keempatnya belum ada yang positif.
- Australia — Pemerintah Australia mengirim pesawat evakuasi untuk menjemput warganya bersama penumpang dari Selandia Baru dan sejumlah negara Asia.
WHO merekomendasikan kepada seluruh pemerintah terkait agar penumpang dipantau dan dites selama minimal 42 hari setelah diduga terpapar virus.