Amanah Terakhir Ayah, Remaja Asal Malang Berangkat Haji Usia 16 Tahun

Haidar Fatta Rizqy Santoso, remaja 16 tahun asal Kota Malang, Jawa Timur, berangkat menunaikan ibadah haji 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Amanah Terakhir Ayah, Remaja Asal Malang Berangkat Haji Usia 16 Tahun

Lukman Diah Sari • 23 April 2026 13:49

Malang: Haidar Fatta Rizqy Santoso, remaja 16 tahun asal Kota Malang, Jawa Timur, berangkat menunaikan ibadah haji 2026 dengan membawa kisah yang tak biasa. Di balik keberangkatannya, tersimpan amanah besar dari sang ayah yang telah meninggal.

Atta, sapaan akrabnya, menggantikan posisi ayahnya, Dwi Santosa, yang sebelumnya terdaftar sebagai calon haji kloter 11 Kota Malang. Surat panggilan haji datang hanya sekitar sepekan setelah sang ayah berpulang. 

“Suami saya meninggal tanggal 25 Agustus, kira-kira awal September sudah dapat surat panggilan berangkat haji,” ujar May Syaroh, ibu dari Atta, saat ditemui di kediamannya, Selasa 21 April 2026.

Di tengah kehilangan, keluarga harus bergerak cepat mengurus pelimpahan porsi haji kepada Atta sebagai anak kedua. Proses administrasi dilakukan dalam waktu singkat karena mendekati batas pelunasan tahap kedua.

“Kayak sama Allah itu dibukakan jalannya, semuanya terasa mudah. Habis foto, malam atau besok paginya namanya sudah berubah menjadi Ata,” tutur May Syaroh.

Keberangkatan Atta juga didukung adanya perubahan aturan terkait usia minimal calon haji. Regulasi baru memungkinkan peserta berusia lebih muda untuk tetap berangkat.

“Dulu kan minimal 17 tahun, tapi ternyata ada aturan baru bisa 13 tahun. Jadi alhamdulillah langsung bisa berangkat,” kata May Syaroh.

Amanah Ayah jadi Pesan Terakhir untuk Atta

Bagi Atta, perjalanan ini bukan sekadar menunaikan rukun Islam kelima. Ia memaknai keberangkatannya sebagai upaya menjalankan pesan terakhir sang ayah.

Sejak kecil, ia telah dibiasakan untuk mandiri dan siap memikul tanggung jawab dalam keluarga. Sebagai anak laki-laki satu-satunya, pesan ayahnya menjadi pegangan hidup yang kuat.

“Ayah selalu bilang, kalau Ayah sudah tidak ada, saya harus bisa mengurus semuanya. Harus mandiri di rumah termasuk menggantikan ketika ada panggilan berangkat haji,” tutur Atta.

Persiapan menuju Tanah Suci pun dilakukan dengan serius. Ia menjaga kebugaran fisik sekaligus memperdalam bekal spiritual dari pondok pesantren.

“Kalau sore lari-lari, sekitar lima kilometer di kawasan pondok. Kalau soal spiritual dan lain-lain, sudah diajarkan di pondok itu akan menjadi bekal saya,” ungkap Atta.

Haidar Fatta Rizqy Santoso, remaja 16 tahun asal Kota Malang, Jawa Timur, berangkat menunaikan ibadah haji 2026. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Setibanya di Tanah Suci, Atta berencana membadalkan umrah untuk almarhum ayahnya. Niat tersebut menjadi bentuk bakti sekaligus hadiah terakhir yang ingin ia persembahkan.

“Pastinya senang bisa berangkat haji, ini kan impian semua orang. Nanti saya juga akan badalkan umroh sebagai kado untuk ayah,” ucap Atta.

Keluarga Atta sejatinya telah mendaftar haji sejak 2011 dan menunggu antrean panjang. Pandemi covid-19 sempat menunda keberangkatan mereka selama beberapa waktu.

Keberangkatan tahun ini menjadi jawaban atas doa panjang keluarga tersebut. Namun kebahagiaan itu tetap dibalut rasa kehilangan sosok ayah yang menjadi bagian penting dari perjalanan ini.

“Sangat tidak menyangka, meskipun ayah telah berpulang. Kami sekeluarga tidak akan melupakan sosok ayah. Semoga ayah ditempatkan di tempat terbaik-Nya,” harap Atta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)