Ilustrasi layanan QRIS di Jepang. Foto: Dok BI
Keren! Ini 9 Negara di Asia yang Sudah Bisa Terima QRIS
Eko Nordiansyah • 20 April 2026 20:20
Jakarta: QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekarang tidak hanya bisa digunakan di dalam Indonesia saja, melainkan dapat digunakan di beberapa negara Asia lainnya. Hal ini merupakan langkah strategis yang membuat transaksi antar negara menjadi mudah.
QRIS pertama kali diluncurkan pada 2019 untuk menjawab masalah dalam transaksi beragam QR code pada setiap aplikasi keuangan. Sekarang QRIS sudah mengekspansi ke negara Asia, sehingga warga negara Indonesia (WNI) yang berlibur tersebut hanya perlu membawa dompet digital atau mobile banking Indonesia untuk scan setiap transaksinya.
Lantas, negara mana saja yang sudah menggunakan QRIS?
Negara pemakai QRIS
Melansir dari laman resmi interactive QRIS, selain Indonesia terdapat juga sembilan negara lain yang telah menerima pembayaran via QRIS, antara lain:- Thailand.
- Malaysia.
- Singapura.
- Filipina.
- Vietnam.
- Laos.
- Brunei Darussalam.
- Jepang.
- Korea Selatan.

(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)
Sistem yang digunakan
QRIS bekerja sebagai transaksi internasional dengan memakai dua metode yang digunakan, yaitu:1. Merchant Presented Mode (MPM)
Merchant nantinya akan menampilkan QR standar lokal (misalnya PromptPay Thailand, DuitNow Malaysia, SGQR Singapura, JPQR Jepang), lalu aplikasi dari Indonesia mengenali kode tersebut kompatibel dan mengeksekusi pembayaran dalam rupiah yang otomatis dikonversi ke mata uang setempat. Konektivitas ini dibangun lewat perjanjian antarotoritas dan switching lintas negara.2. Consumer Presented Mode (CPM)/NFC (QRIS Tap)
Pengguna menampilkan token pembayaran (kode/credential) dari aplikasi Indonesia untuk “ditangkap” reader merchant. Model ini sedang dipercepat untuk di-upgrade dalam penggunaan (transportasi publik, gerbang tiket) dan dapat berjalan berdampingan dengan MPM. (Kebijakan dan detail implementasi bervariasi per yurisdiksi).Manfaat transaksi QRIS di luar negeri
Transaksi menggunakan QRIS memberikan manfaat kedua negara. Beberapa pihak yang diuntungkan adalah:- Wisatawan.
- Pelajar Indonesia di luar negeri.
- UMKM.
- Merchant pariwisata di negara mitra.
- Pekerja migran (remitan retail).