Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Metrotvnews.com/Athiyya.
Menhut: Idulfitri Momentum Kembali ke Fitrah dan Hidup Selaras dengan Alam
Athiyya Nurul Firjatillah • 21 March 2026 09:47
Jakarta: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan Idulfitri menjadi momentum untuk kembali ke fitrah sekaligus memperkuat hubungan manusia dengan alam. Hal ini disampaikan usai mengikuti Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia mengatakan, makna Idulfitri tidak hanya sebatas perayaan keagamaan. Tetapi juga refleksi untuk menjalani kehidupan yang seimbang dengan lingkungan dan sesama.
“Pertama, setiap kali Ramadan selesai, ada perasaan sedih dan gembira. Sedih karena bulan yang penuh berkah, penuh pengampunan ini akan segera pergi dan kita tak tahu apakah Ramadan yang ke depan masih berkesempatan hadir di Ramadan. Gembira tentu, dan mengharapkan kita kembali kepada fitrah, Idulfitri,” kata Raja Juli di Masjid Istiqlal, Sabtu, 21 Maret 2026.
Eks Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) itu menjelaskan, fitrah merupakan kondisi alami manusia untuk hidup berdampingan secara harmonis. Ia juga menilai Ramadan menjadi fase pembelajaran yang menguji konsistensi umat setelahnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa ukuran ketakwaan juga tercermin dari cara manusia memperlakukan lingkungan, termasuk dalam pengelolaan hutan. Menteri Kehutanan itu menyebut keberlanjutan hutan dan keseimbangan ekosistem menjadi bagian penting dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia dalam kehidupan sehari-hari.
.jpg)
Ilustrasi lingkungan. Foto: Medcom.id.
“Dan ini salah satu bukti apakah kita di dalam satu bulan puasa ini dapat mencapai derajat takwa, itu antara lain adalah mengelola hutan kita, hidup dengan alam kita secara berdampingan secara coexistence,” ujar Raja Juli.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk menerapkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.