Pesawat KC-15 mengisi bahan bakar jet AS. (Dok. Departemen Perang AS)
Spesifikasi KC-135, Pesawat Isi Ulang AS yang Jatuh di Irak
Riza Aslam Khaeron • 13 March 2026 15:21
Jakarta: Sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat (AS), KC-135 Stratotanker, dilaporkan jatuh di wilayah Irak barat saat menjalankan operasi militer pada 12 Maret 2026. Insiden ini terjadi di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah.
Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa kecelakaan tersebut tidak disebabkan oleh tembakan musuh atau insiden salah tembak seperti halnya yang terjadi di Kuwait, minggu lalu.
Pesawat tanker ini merupakan elemen krusial dalam operasi udara militer AS karena kemampuannya untuk mengisi bahan bakar jet tempur langsung di udara. Fasilitas ini memungkinkan jet tempur dan pesawat pengebom menjalankan misi jarak jauh tanpa harus sering kembali ke pangkalan darat hanya untuk mengisi ulang bahan bakar.
KC-135, yang diproduksi oleh Boeing antara tahun 1956 hingga awal 1960-an, telah menjadi tulang punggung armada pengisian bahan bakar udara militer AS sejak era Perang Dingin.
Berdasarkan keterangan Angkatan Udara AS, KC-135 telah menjalankan peran pengisi bahan bakar angkatan udara AS dengan sangat baik selama lebih dari 60 tahun.
Lantas, seberapa canggih pesawat pengisi bahan bakar ini? Berikut adalah spesifikasi utama pesawat KC-135 Stratotanker yang digunakan oleh Angkatan Udara AS.
Spesifikasi Pesawat KC-135 Stratotanker

Pesawat KC-135, 26 September 2026. (Dok. Staff Sgt. Chris Massey/Angkatan Udara AS)
Berdasarkan keterangan resmi Angkatan Udara AS, berikut adalah spesifikasi lengkap pesawat dengan empat mesin turbofan tersebut:
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Mesin | 4 × CFM International CFM-56 turbofan |
| Daya Dorong | 21.634 pound per mesin |
| Rentang Sayap | 130 kaki 10 inci (39,88 meter) |
| Panjang | 136 kaki 3 inci (41,53 meter) |
| Tinggi | 41 kaki 8 inci (12,7 meter) |
| Kecepatan | 530 mil per jam (853 km/jam) pada ketinggian 30.000 kaki (9.144 meter) |
| Ketinggian Maksimum | 50.000 kaki (15.240 meter) |
| Jangkauan | 1.500 mil (2.414 km) dengan 150.000 lb bahan bakar transfer; hingga 11.015 mil (17.727 km) untuk misi feri |
| Berat Lepas Landas Maksimum | 322.500 pound (146.285 kg) |
| Kapasitas Transfer BBM Maksimum | 200.000 pound (90.719 kg) |
| Kapasitas Kargo Maksimum | 83.000 pound (37.648 kg) |
| Kapasitas Penumpang | Hingga 37 orang |
| Posisi Palet Kargo | 6 posisi |
| Kru Standar | 3 orang (Pilot, Co-pilot, dan Boom Operator) |
| Baca Juga: Media Iran Publikasi Pernyataan Perdana Mojtaba Khamenei, Begini Isinya |
Hampir seluruh bahan bakar internal pesawat ini dapat dipompa melalui flying boom, yang merupakan metode utama transfer bahan bakar pada KC-135.
Dalam operasionalnya, seorang kru yang dikenal sebagai boom operator ditempatkan di bagian belakang pesawat untuk mengendalikan boom selama proses pengisian bahan bakar di udara.
Selain itu, pesawat KC-135 ini memiliki keunggulan khusus karena mampu melakukan pengisian bahan bakar untuk dua pesawat penerima secara bersamaan dalam satu waktu.