Geopolitik Timur Tengah Bayangi Harga Emas dan Minyak 2026

Direktur ICDX Nursalam (kedua dari kanan). Foto: dok ICDX.

Geopolitik Timur Tengah Bayangi Harga Emas dan Minyak 2026

Ade Hapsari Lestarini • 12 March 2026 07:43

Jakarta: Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) dalam ICDX Commodity Outlook memberikan gambaran tentang harga komoditas crude oil (minyak mentah) dan emas pada 2026, yang diperkirakan akan terus bergerak.

Selain karena ada faktor ekonomi global dan ketersediaan pasokan, juga akan dipengaruhi gejolak politik dunia. Khususnya ketegangan militer dan politik di kawasan Timur Tengah.

"Kami berharap, informasi yang kami sampaikan dalam Commodity Outlook 2026 ini bisa menjadi referensi pelaku usaha dalam mengambil dan menentukan kebijakan strategisnya pada 2026. Khusus untuk kontrak minyak mentah dan emas, kita tahu perkembangan geopolitik global khususnya di Timur Tengah, tentu sedikit banyak akan memberikan pengaruh terhadap harga komoditas tersebut," ungkap Direktur ICDX Nursalam, dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Maret 2026.

Dia mengatakan, perdagangan multilateral telah diperdagangkan kontrak-kontrak berjangka perdagangan atas kedua komoditas minyak mentah dan emas di ICDX, yang tentunya dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk melakukan lindung nilai. Apalagi dalam kondisi harga komoditas yang sangat fluktuatif karena berbagai faktor, mekanisme lindung nilai ini sangat diperlukan para pelaku usaha dengan bisnis jangka panjang.

"Untuk kontrak berjangka komoditas minyak mentah dan emas, saat ini di ICDX diperdagangkan produk-produk yang diperdagangkan secara multilateral yaitu GOFX. GOFX merupakan produk instrumen derivatif komoditas yang terdiri dari Kontrak Spot dan Berjangka Emas, Kontrak Berjangka Minyak Mentah, serta Kontrak Spot Forex berukuran mini (1/10 dari kontrak standar)," jelas Nursalam.


Ilustrasi. Foto: Freepik.
 

Kontrak berjangka komoditas emas dan minyak mentah


Terkait perdagangan kontrak berjangka komoditas emas dan minyak mentah, sepanjang 2025 tercatat transaksi multilateral atas kontrak komoditas berbasis minyak mentah ICDX mencapai 61.260 lot. Sedangkan transaksi multilateral atas kontrak komoditas berbasis emas mencapai 1.627.698 lot.

Adapun untuk kontrak berjangka komoditas minyak mentah, didominasi oleh kontrak COFRMic dengan transaksi sebanyak 51.548 lot. Kontrak COFRMic merupakan kontrak berjangka minyak mentah berukuran mikro dengan acuan harga West Texas Intermediate (WTI) sebagai underlying. Kontrak ini memiliki ukuran sebesar 10 barel per lot, sehingga memberikan akses yang lebih fleksibel bagi pelaku pasar untuk melakukan transaksi maupun lindung nilai terhadap pergerakan harga minyak mentah.

Sedangkan untuk kontrak berjangka komoditas emas didominasi oleh kontrak GOLDUDMic dengan transaksi sebanyak 682.310 lot. GOLDUDMic merupakan versi mikro dari kontrak GOLDUD dengan ukuran 1/100 dari kontrak standar. Minimum transaksi adalah satu lot mikro (setara 0,01 kontrak GOLDUD). Ukuran kontrak yang lebih kecil membuat transaksi emas berbasis USD lebih terjangkau, namun tetap memberikan eksposur terhadap pergerakan harga emas global yang mengacu pada pasar Loco London.

GOLDUD merupakan kontrak gulir harian emas dalam denominasi USD yang diperdagangkan di bursa dengan ukuran kontrak sebesar 10 troy ounce per lot. Kontrak ini mengacu pada harga emas di pasar internasional Loco London dengan tingkat kemurnian 99,99 persen, sehingga mencerminkan pergerakan harga emas global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)