Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: MetroTV/Afifah Alfina.
Pramono Ungkap 457 Kebakaran di Jakarta, Didominasi Korsleting
Metro TV • 2 September 2026 10:00
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran. Dia mencatat, sebanyak 457 kasus kebakaran terjadi di wilayah Ibu Kota pada periode Juli-Agustus 2026.
"Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan pemukiman padat. Sepanjang periode Juli hingga Agustus tahun 2026 ini, telah terjadi musibah kebakaran sebanyak 457 kejadian di Jakarta,” kata Pramono di kawasan Monas, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
“Dugaan yang paling dominan adalah penyebabnya korsleting listrik. Kemudian yang kedua adalah pembakaran sampah, dan juga ada beberapa yang terjadi karena keteledoran orang membuang puntung rokok dan sebagainya,” ungkap Pramono.

Ilustrasi- Kebakaran lapak sampah dan bengkel di kawasan Duren Sawit, Jakarta. Foto: Istimewa.
Menurut Pramono, kawasan permukiman padat rentan terjadi kebakaran. Menurut catatannya, kasus kebakaran paling tinggi terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
“Yang pertama, untuk kebakaran dari 457 yang paling banyak di Jakarta Barat, kedua di Jakarta Timur. Memang ini dua wilayah yang potensinya tertinggi, yaitu di (Jakarta) Barat itu ada Kecamatan Tambora, di (Jakarta) Timur itu ada Cakung,” kata Pramono.
(Afifah Alfina)