Penerbangan dari Jeddah-Madinah Dialihkan ke Kertajati Imbas Abu Krakatau

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah). Foto: Dok. Tangkapan layar.

Penerbangan dari Jeddah-Madinah Dialihkan ke Kertajati Imbas Abu Krakatau

Fachri Audhia Hafiez • 6 September 2026 13:34

Jakarta: Pendaratan dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia rute Jeddah dan Madinah dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Hal ini menyusul penutupan sementara penerbangan ke Jakarta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Bahwa ada dua flight Garuda dari dari Jeddah dan Madinah itu kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers daring, Minggu, 6 September 2026.
 


Dudy menjelaskan, berdasarkan hasil paper test terbaru di Bandara Kertajati, ruang udara di kawasan tersebut masih tergolong aman dan bebas dari dampak abu vulkanik. Namun, pihak maskapai tetap diminta untuk mengantisipasi dinamika pergerakan angin dan sebaran abu.

"Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati, Bandara Kertajati belum terdampak, masih memungkinkan. Namun demikian, mengingat cuaca sangat dinamis, kami minta supaya airlines juga mengantisipasi atau mewaspadai apabila penyebaran dari debu vulkanik ini mengarah ke Kertajati," jelas Dudy.

Guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang hendak menuju Jakarta maupun wilayah sekitarnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga telah menawarkan opsi penggunaan bandara alternatif di Pulau Jawa bagi maskapai penerbangan lain.


Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Foto: Dok. Medcom.id.

"Nah ini kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak. Mengingat masyarakat mungkin masih banyak yang menginginkan atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing untuk dapat terbang khususnya ke Jakarta," tambah Dudy.

Selain Kertajati, Kemenhub menyiagakan sejumlah bandara pendukung untuk menampung pendaratan rute domestik dari luar Jawa maupun penerbangan internasional.

"Tapi kami menyiapkan alternatif seperti di Kertajati, kemudian Bandara Semarang Ahmad Yani, dan juga Bandara Surabaya Juanda. Jadi ada beberapa bandara di Jawa yang kami persiapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional," kata Dudy.

(Fachri Audhia Hafiez)