Harga Masker Naik 3 Kali Lipat, Warga Tetap Beli demi Antisipasi

Pedagang masker di Pasar Pramuka. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Harga Masker Naik 3 Kali Lipat, Warga Tetap Beli demi Antisipasi

Andika Fauzan Azhari • 7 September 2026 15:42

Jakarta: Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau memicu kekhawatiran warga Jakarta akan bahaya material erupsi terhadap kesehatan pernapasan. Kondisi ini membuat warga mendatangi pusat penjualan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, meski harus dihadapkan pada lonjakan harga masker yang drastis.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pembeli mengeluhkan harga masker medis yang merangkak naik hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Meski demikian, warga memilih tetap membeli untuk mengantisipasi risiko terpapar material abu di luar rumah.

"Biasanya untuk merek Onemed ini sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Tapi sekarang harganya melonjak sampai Rp40 ribu per kotak. Naik hampir tiga kali lipat," ujar salah satu pembeli, Ifan, kepada Metrotvnews.com di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Ifan menambahkan, selain menghadapi kenaikan harga di Pasar Pramuka, ia juga mendengar kabar terkait kelangkaan yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjual masker hingga ratusan ribu rupiah di lokasi lain. Hal itu membuatnya memutuskan untuk membeli stok yang masih tersedia tanpa menunda.
 




(Gedung Pasar Pramuka tampak depan. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
 

Khawatir membahayakan pernapasan


Keputusan warga untuk tetap membeli masker di tengah tingginya harga ini didasari atas potensi bahaya kesehatan dari partikel abu vulkanik. Berbeda dengan debu jalanan biasa, material erupsi dinilai jauh lebih berisiko bagi paru-paru.

Ia khawatir abu vulkanik yang menyebar di udara mengandung partikel tajam mikroskopis menyerupai serpihan kaca serta kandungan bahan kimia berbahaya.

"Kalau debu biasa sih relatif biasa saja, tapi ini kan abu vulkanik. Yang kita takutkan ada serpihan kaca atau kandungan chemical-nya. Daripada nanti harus mengobati, ya lebih baik jaga-jaga dari sekarang," tambah Ifan.

Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam akibat harga yang mahal dan stok yang mulai terbatas, Ifan berharap kondisi atmosfer jakarta bisa segera membaik. Ia juga berharap agar tidak ada permainan harga yang semakin memberatkan pembeli di tengah situasi tanggap bencana ini.

(Husen Miftahudin)