Harga Masker di Pasar Pramuka Naik hingga Rp35 Ribu/Kotak, Stok Mulai Menipis

Berbagai produk masker yang dijual di Pasar Pramuka. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Harga Masker di Pasar Pramuka Naik hingga Rp35 Ribu/Kotak, Stok Mulai Menipis

Andika Fauzan Azhari • 7 September 2026 15:36

Jakarta: Erupsi Gunung Anak Krakatau yang membawa sebaran abu vulkanik ke wilayah Jakarta memicu lonjakan permintaan masker kesehatan. Di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, pedagang mencatat lonjakan penjualan hingga dua kali lipat akibat tingginya pemesanan masker oleh masyarakat.

Tingginya permintaan ini mulai berdampak pada tersendatnya pasokan dan penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran. Sejumlah varian masker yang paling dicari warga bahkan mulai mengalami kelangkaan stok dari pihak distributor.

"Kemarin itu banyak yang laku, dari pagi sampai sore dicari terus. Peningkatannya bisa sampai dua kali lipat dibanding hari biasa," kata Sonia salah satu pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Sonia mengungkapkan, masyarakat banyak mencari berbagai jenis masker mulai dari model duckbill, onemed, hingga KN95. Namun untuk tipe masker KN95, ketersediaannya kini sangat terbatas, bahkan sering kali kosong di pasaran akibat tingginya tingkat permintaan.
 

 

Pasokan distributor tersendat


Peningkatan permintaan yang mendadak ini diikuti dengan naiknya harga grosir dari tingkat produsen maupun distributor. Kondisi ini membuat para pedagang di Pasar Pramuka ikut menyesuaikan harga jual eceran ke konsumen.

Untuk jenis masker Onemed misalnya, harga normal yang biasanya dibanderol Rp25 ribu per kotak kini naik ke kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kotak. Rata-rata kenaikan harga berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10 ribu untuk hampir seluruh jenis masker.

Selain kenaikan harga, para pedagang juga mulai mengeluhkan kendala pasokan ulang (restock) dari produsen yang tak secepat biasanya.

"Sekarang dipesan saja sering kosong dari distributornya. Dari sananya harga sudah naik, jadi mau enggak mau di sini juga ikut kita naikin harganya," tambah Sonia.


(Gedung Pasar Pramuka tampak depan. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
 

Stok masker menipis


Kenaikan harga dan menipisnya stok masker terjadi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat di tengah paparan abu vulkanik di kawasan ibu kota dan sekitarnya.

Pedagang berharap pasokan dari produsen dan distributor kembali stabil, sehingga ketersediaan masker tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan di tengah tingginya permintaan masyarakat.

(Husen Miftahudin)