Seorang pengendara sepeda motor di kota Ho Chi Minh. (Felix Schickel/Pexels)
7 Kota dengan Tingkat Stres Tertinggi di Asia Tenggara, Jakarta Termasuk
Riza Aslam Khaeron • 3 September 2026 14:55
Jakarta: Kehidupan di kota besar sering dihadapkan pada berbagai tekanan, mulai dari kepadatan penduduk hingga tingginya biaya hidup. Aktivitas yang padat, kondisi lingkungan, serta tuntutan ekonomi juga dapat memengaruhi tingkat stres yang dirasakan masyarakat.
Kondisi tersebut banyak ditemukan di sejumlah kota besar di Asia Tenggara yang terus berkembang. Pertumbuhan perkotaan yang cepat diikuti persoalan seperti polusi, kemacetan, tekanan finansial, dan keterbatasan ruang hijau.
Studi William Russell, perusahaan asuransi kesehatan asal Inggris, membandingkan tingkat stres sejumlah kota di dunia. Penilaian dilakukan menggunakan beberapa indikator, termasuk polusi, ruang hijau, kebersihan, tekanan finansial, biaya hidup, keamanan, dan angka bunuh diri.
Dari hasil studi tersebut, beberapa kota di Asia Tenggara masuk dalam daftar kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia. Ho Chi Minh City di Vietnam berada di posisi teratas kawasan dengan skor 5,77 dari 10 dan menempati peringkat ke-13 secara global.
Berikut tujuh kota paling stres di Asia Tenggara.
7 Kota Paling Stres di Asia Tenggara

Seorang pekerja konstruksi memperbaiki jalan di Kota Ho Chi Minh. (Hieu Minh/Pexels)
1. Ho Chi Minh City, Vietnam
Dengan skor 5,77, Ho Chi Minh City menjadi kota paling stres di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-13 secara global. Pertumbuhan kota yang cepat membuat berbagai persoalan perkotaan, seperti tekanan finansial, biaya hidup, lingkungan, dan keamanan, menjadi bagian dari penilaian.- Skor stres: 5,77
- Peringkat global: ke-13
2. Hanoi, Vietnam
Ibu kota Vietnam ini berada di urutan kedua dengan skor 5,64 dan menduduki peringkat ke-18 dunia. Kondisi lingkungan, ekonomi, kepadatan perkotaan, serta aspek sosial menjadi sejumlah indikator yang turut diperhitungkan dalam studi.- Skor stres: 5,64
- Peringkat global: ke-18
3. Manila, Filipina
Berada di peringkat ke-19 dunia, Manila mencatat skor stres 5,61 dan menjadi kota ketiga dengan tingkat stres tertinggi di Asia Tenggara. Sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar di kawasan, Manila menghadapi persoalan seperti kemacetan, polusi, kepadatan penduduk, dan biaya hidup.- Skor stres: 5,61
- Peringkat global: ke-19
4. Bangkok, Thailand
Aktivitas perkotaan yang tinggi menjadi salah satu karakteristik Bangkok, yang memperoleh skor stres 4,75 dan berada di posisi ke-40 secara global. Kota ini merupakan pusat ekonomi Thailand dengan populasi besar serta jaringan transportasi yang luas.- Skor stres: 4,75
- Peringkat global: ke-40
Baca Juga :
Daftar 5 Orang Terkaya di Asia Tenggara, Pengusaha Indonesia di Urutan ke-3
5. Jakarta, Indonesia
Selisih tipis dari Bangkok, Jakarta mencatat skor 4,72 dan menempati peringkat ke-41 dunia. Sebagai pusat ekonomi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, berbagai aktivitas perkotaan, kepadatan, dan jaringan transportasi menjadi bagian dari kondisi yang dinilai.- Skor stres: 4,72
- Peringkat global: ke-41
6. Phuket, Thailand
Berbeda dengan Bangkok yang berada di posisi keempat, Phuket memiliki skor lebih rendah, yakni 4,31, dan berada di peringkat ke-46 dunia. Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tekanan antarkota yang tetap dinilai berdasarkan faktor lingkungan, ekonomi, sosial, dan keamanan.- Skor stres: 4,31
- Peringkat global: ke-46
7. Kuala Lumpur, Malaysia
Menjadi kota dengan skor terendah dalam daftar, Kuala Lumpur mencatat angka 3,99 dan berada di peringkat ke-51 secara global. Nilai tersebut menunjukkan tekanan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan enam kota Asia Tenggara lainnya berdasarkan indikator yang digunakan William Russell.- Skor stres: 3,99
- Peringkat global: ke-51