Tugu Digulis di Pontianak Kalimantan Barat. Foto: Metrotvnews.com/Muhamad Marup.
Dua Sisi Tugu Digulis di Tengah Selimut Karhutla
Muhamad Marup • 6 September 2026 22:08
Pontianak: Tugu Digulis merupakan salah satu ikon Kota Pontianak. Bukan hanya sekadar monumen, Tugu Digulis juga jadi tempat pertemuan warga Pontianak, terutama para pemuda.
Letaknya yang strategis di pusat kota, Tugu Digulis juga dikelilingi kampus-kampus terkemuka di Pontianak seperti Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan Politeknik Negeri Pontianak. Warga Pontianak menjadikan lokasi tersebut untuk berbagai aktivitas mulai dari olahraga hingga wisata kuliner.
Di tengah selimut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tugu yang diresmikan sejak 10 November 1987 itu juga memiliki wajahnya yang lain. Hal tersebut terasa ketika memasuki akhir pekan.
Suasana Akhir Pekan di Tengah Karhutla
Ketika malam, terutama di akhir pekan, Tugu Digulis jadi salah satu tempat yang ramai di Pontianak. Tersedia tempat duduk yang cocok untuk berbincang dengan orang-orang terdekat.Para pemuda selalu panjang akal. Ketika tempat duduk penuh, mereka yang tidak kebagian akan duduk-duduk saja di trotoar beralaskan obrolan-obrolan. Jika lapar, terdapat beragam jajanan menarik yang bisa dinikmati. Dengan Rp11 ribu saja, bungkus pisang selai srikaya dan es limau dengan bisa jadi opsi sebagai teman obrolan.
Di tengah karhutla, aktivitas di Tugu Digulis tetap ramai seperti biasa. Hal ini terjadi karena asap ketika malam lebih tipis dari pagi hingga sore.
"Kalau malam biasanya asap memang tidak lebih pekat," ujar Ahli Madya Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Erfandi di Pontianak, Minggu, 6 September 2026.

Mahasiswa gelar aksi kemanusiaan karhutla di Tugu Digulis. Foto: Metrotvnews.com/Muhamad Marup.
Monumen Perjuangan
Tugu Digulis tidak dinamai asal-asalan. Nama Digulis meminjam dari Boven Digoel, tempat pengasingan para pejuang kemerdekaan pada masa penjajahan Belanda.11 pilar berbentuk bambu runcing jadi simbol. Lambang 11 tokoh Sarekat Islam dari Kalimantan Barat yang diasingkan dan gugur di Boven Digoel.
Di tengah serbuan asap pada pagi hingga sore hari, Tugu Digulis jadi ruang gerakan masyarakat untuk berbagi di tengah situasi bencana. Para mahasiswa dan anggota-anggota komunitas membagi-bagikan masker dan membuat gerakan donasi.
"Kami akan rutin melakukan aksi damai dengan menggalang donasi dan membagi-bagikan masker sampai tidak ada lagi asap, mungkin minggu depan atau minggu depannya lagi," tutur mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak, M. Ridwan.
Tugu Digulis juga sering jadi tempat Aksi Kamisan, sebuah gerakan yang bertujuan untuk menyuarakan keresahan-keresahan masyarakat. Di tengah karhutla yang entah berakhir kapan, Tugu Digulis mempertegas diri sebagai tempat untuk mengenang sebuah perjuangan.