Mahasiswa LSPR Dorong Green Entrepreneurship, Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai di 10 SMA Jabodetabek

Mahasiswa Fakultas Bisnis LSPR kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat melalui menyelenggarakan The 4th Community Development (Foto:Dok.LSPR)

Mahasiswa LSPR Dorong Green Entrepreneurship, Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai di 10 SMA Jabodetabek

Rosa Anggreati • 21 January 2026 14:33

Jakarta: Mahasiswa Fakultas Bisnis LSPR kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian masyarakat melalui menyelenggarakan The 4th Community Development, dengan tema "Green Entrepreneurship: From Waste to Valuable Product." Program yang merupakan bagian dari mata kuliah Community Development ini dilaksanakan secara intensif di 10 SMA yang tersebar di wilayah Jabodetabek pada Oktober-November 2025. 

Program ini sebagai upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penanganan perubahan iklim. Melalui inisiatif ini, para mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus jiwa kewirausahaan kepada generasi muda dengan cara mengubah paradigma terhadap sampah, dari sekadar limbah menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan bagi masa depan berkelanjutan. 

Melalui inisiatif ini para mahasiswa berupaya menanamkan kesadaran lingkungan, sekaligus jiwa kewirausahaan kepada generasi muda dengan cara mengubah paradigma terhadap sampah dari sekadar limbah menjadi komoditas ekonomi yang menjanjikan bagi masa depan.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan praktis kepada para siswa SMA untuk mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk inovatif melalui serangkaian praktik langsung. Dalam rangkaian programnya, para siswa diajarkan teknik mengubah sampah kertas menjadi paper art yang memiliki nilai estetika tinggi, serta melakukan eksperimen sains sederhana untuk mengolah kulit buah menjadi bioplastik yang ramah lingkungan. 
 



(Foto:Dok.LSPR)

Selain itu program ini mengedukasi siswa/i SMAmemanfaatan limbah gambas (luffa) sebagai produk alat mandi alami dan fungsional. Ini mulai menjadi tren dalam pasar gaya hidup berkelanjutan, serta melakukan upcycling sampah tutup botol plastik air mineral dalam kemasan menjadi aksesoris menarik dan bernilai jual di pasar.

Guna melengkapi keterampilan teknis tersebut, program ini juga menghadirkan workshop business model yang dirancang khusus untuk memperkenalkan dasar-dasar manajemen bisnis sejak dini. Dalam sesi ini, para siswa diajak untuk menyusun kerangka bisnis yang komprehensif sehingga mereka tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga memahami cara membangun nilai tambah dan menjangkau target pasar secara efektif. Langkah ini menjadi krusial dalam membangun jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda agar mereka mampu berpikir strategis dan mandiri dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Pemilihan 10 sekolah di Jabodetabek sebagai lokasi pelaksanaan bertujuan untuk menciptakan pusat-pusat kecil inovasi hijau di area urban yang memiliki tantangan pengelolaan sampah cukup besar. Selama program berlangsung, mahasiswa berperan sebagai mentor yang mendampingi siswa mulai dari proses identifikasi potensi limbah, teknik produksi, hingga perancangan model bisnis yang berkelanjutan. Dengan menyinergikan aspek lingkungan, sains, dan kewirausahaan, para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor yang solutif bagi permasalahan lingkungan di sekitar mereka.


(Foto:Dok.LSPR)

Dr. Yuliana Riana Prasetyawati, M.M. selaku Dekan Fakultas Bisnis LSPR Institute menyatakan bahwa pendidikan bisnis masa kini tidak boleh hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi harus selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. 

"Melalui Program Community Development, fakultas ingin membentuk karakter pemimpin masa depan yang memiliki kepekaan sosial dan mampu menciptakan solusi ekonomi kreatif yang berdampak positif bagi bumi. Keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam mendampingi siswa SMA adalah langkah strategis untuk membangun ekosistem kewirausahaan hijau yang kuat sejak di bangku sekolah, sekaligus mempertegas peran akademisi dalam menjawab tantangan global," kata Dr. Yuliana.
 
Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan tersebut, seluruh hasil inovasi dan pengalaman pemberdayaan ini ditutup dengan diseminasi program melalui National Conference for Community Development on Business, Tourism, and Entrepreneurship. 

Melalui konferensi nasional tersebut, hasil dari program di 10 SMA ini dipaparkan kepada kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan sebagai model percontohan pengabdian masyarakat yang sukses mengintegrasikan pendidikan dengan solusi lingkungan nyata. Dalam ajang bergengsi tersebut, kelompok Zestloop dari mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Bisnis LSPR berhasil mengukir prestasi sebagai peraih Best Paper dengan karya ilmiah berjudul "Penerapan Ekonomi Sirkular melalui Pelatihan Pembuatan Bioplastik dari Kulit Buah pada Siswa SMA 3 Jakarta." 

Prestasi ini membuktikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berdampak secara sosial di lapangan, tetapi juga memiliki landasan akademis yang kuat dan diakui secara nasional. Dengan menyinergikan aspek lingkungan, sains, dan bisnis, program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi nasional dalam mencetak pengusaha muda yang peduli pada kelestarian bumi dan menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi hijau di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)