10 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, saat memperlihatkan hasil identifikasi yang dilakukan terhadap semua korban pesawat ATR 42 500, di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Sabtu, 24 Januari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin

10 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi, Ini Identitasnya

Muhammad Syawaluddin • 24 January 2026 18:20

Makassar: Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengumumkan seluruh korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 berhasil diidentifikasi. Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menyatakan proses identifikasi terhadap 10 jenazah dan satu potongan tubuh selesai dilakukan.

"Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat, sebanyak 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang," katanya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menegaskan semua korban telah teridentifikasi dan sesuai dengan nama yang tercantum dalam manifest pesawat yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

"Jadi semua sudah bisa teridentifikasi oleh tim tadi malam dengan upaya-upaya yang dilakukan, ini bisa teridentifikasi dan identik semua dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest," ujarnya.
 


Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, menjelaskan seluruh jenazah berhasil diidentifikasi melalui sidik jari. Metode ini dinilai akurat karena sidik jari memiliki ciri khusus yang unik bagi setiap individu.

"Kami mengambil perbandingan jempol kanan, alhamdulillah papilernya masih ada. Jadi memang kuasa Tuhan itu memberikan kita manusia itu identitasnya dengan sidik jari," katanya.

Ia menambahkan, dengan ditemukannya kesamaan sebanyak 12 titik pada sidik jari, sudah dapat dinyatakan identitas jenazah terkonfirmasi secara ilmiah.

"Kami meyakini dengan keilmuan dan saintifik yang kita miliki, semuanya bisa teridentifikasi dan bisa meyakinkan. Mudah-mudahan ini bisa memberikan manfaat kepada keluarga," harap Mashudi.

Kabiddokkes Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Muhammad Haris, merinci satu per satu hasil identifikasi terhadap jenazah yang diterima. Proses dilakukan dengan mencocokkan data post mortem (PM) dan antemortem (AM).

Berikut rincian identitas korban:

  1. Yoga Nauval Prakoso teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.05, cocok dengan data AM008.

  2. Hariadi teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62 B.06 dan PM 62 B.03.

  3. Muhammad Farhan Gunawan teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.07 (AM001) melalui sidik jari dan gigi.

  4. Feri Irawan teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.08 (AM007) melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

  5. Dwi Murdiono teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.09 (AM005) melalui sidik jari dan gigi.

  6. Restu Adi Pribadi teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.10A, PM 62.B.10b, dan properti (AM009) melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.

  7. Andi Dahananto teridentifikasi dari kantong jenazah PM 62.B.11 (AM010) melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)