Proses evakuasi korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 Januari 2026. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin
Korban Kedua Pesawat ATR Berhasil Dievakuasi dari Jurang Gunung Bulusaraung
Muhammad Syawaluddin • 20 January 2026 21:18
Makassar: Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) atas kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil mengevakuasi korban kedua dari jurang yang sangat terjal di Gunung Bulusaraung. Saat ini korban telah berada ke Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep.
“Korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan evakuasi dilakukan secara bertahap. Proses ini dilakukan dengan hati-hati karena medan yang sulit, berupa lembah curam, tebing terjal, serta jarak pandang terbatas akibat hujan dan kabut.
“Evakuasi korban membutuhkan teknik vertical rescue dan koordinasi lintas unsur yang sangat ketat. Tim bekerja dari lembah menuju puncak dengan peralatan khusus,” jelasnya.
Operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar, dengan total 1.075 personel dari berbagai unsur. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, serta unsur medis.
"Dukungan alutsista darat dan udara, seperti helikopter, pesawat intai, dan drone thermal, turut dikerahkan untuk mempercepat pencarian," ungkap Arif.
Dalam operasi ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi sembilan Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 hingga SRU 5 melakukan penyisiran di beberapa titik awal temuan, termasuk lokasi korban pertama, serpihan pesawat, jendela pesawat, dan mesin pertama.
"Dan tangga kursi, lokasi temuan korban kedua beserta barang pribadi, hingga area sayap dan mesin kedua pesawat di sekitar air terjun," ujar Arif.
.jpeg)
Puing pesawat AT 42-500 ditemukan personel tim SAR di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. ANTARA/HO-Humas TNI AD
Sementara itu, SRU 6 melakukan pengecekan lanjutan di lokasi ekor pesawat yang berada pada kedalaman sekitar 200 meter. Dalam proses evakuasi, SRU 7 bertugas memindahkan korban ke area persawahan Kampung Baru, dengan pengamanan jalur evakuasi dilakukan oleh SRU 8.
Selanjutnya, SRU 9 melaksanakan penyisiran udara menggunakan helikopter dari Lanud Hasanuddin menuju kawasan Pegunungan Bulusaraung. Penyisiran ini dilakukan untuk menjangkau seluruh sektor pencarian sekaligus memperkuat pemetaan lokasi bagi tim darat.
“Seluruh SRU bekerja berdasarkan data koordinat dan hasil temuan di lapangan. Medan yang curam dan cuaca ekstrem masih menjadi tantangan, namun operasi tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel,” kata Arif.