Mendag Dorong Ekspor Otomotif Manfaatkan Perjanjian Dagang

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Biro Humas Kemendag.

Mendag Dorong Ekspor Otomotif Manfaatkan Perjanjian Dagang

Husen Miftahudin • 12 August 2026 11:03

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku usaha sektor otomotif untuk meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan yang telah dimiliki Indonesia bersama negara mitra.

Menurut Budi, berbagai perjanjian perdagangan tersebut menjadi salah satu modal untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang bagi produk otomotif Indonesia di pasar global.

"Kami terus mendorong produk Indonesia untuk hadir di pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin dengan negara mitra. Perluasan akses pasar ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Budi menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan perwakilan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Budi mengatakan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan negara mitra dapat memperkuat akses produk Indonesia ke sejumlah pasar tujuan ekspor utama, termasuk kawasan Teluk.

Pemerintah saat ini terus mengupayakan penyelesaian kerja sama perdagangan dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC). Kerja sama perdagangan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun ini untuk memperkuat akses pasar produk Indonesia di kawasan Teluk.

"Kami terus mendorong penyelesaian kerja sama perdagangan dengan GCC. Kami harapkan prosesnya dapat selesai paling lambat November ini sehingga akses pasar bagi produk Indonesia di kawasan Teluk dapat semakin diperkuat," kata Budi.
 



(Aktivitas perdagangan internasional. Foto: Medcom.id)
 

Peluang ekspor ke Amerika Latin


Pertemuan Kemendag dengan pelaku industri otomotif juga membahas perkembangan ekspor, peluang perluasan pasar, serta berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha. Dalam diskusi tersebut, TMMIN menyampaikan sejumlah masukan terkait pengembangan ekspor otomotif Indonesia, termasuk peluang memperluas pasar ke kawasan Amerika Latin.

Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang untuk pengembangan ekspor otomotif Indonesia. Namun, akses ke Meksiko masih menghadapi tantangan karena Indonesia belum memiliki perjanjian perdagangan dengan negara tersebut.

Menanggapi masukan tersebut, Budi mendorong pelaku usaha mengoptimalkan pasar yang telah memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia. Salah satunya Peru melalui skema Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) yang telah diimplementasikan.

Selain memperluas akses pasar, Kementerian Perdagangan terus mendorong kemudahan proses ekspor, terutama dalam pemanfaatan fasilitas tarif yang tersedia melalui perjanjian perdagangan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sistem elektronik Surat Keterangan Asal (e-SKA). Sistem ini memungkinkan pemanfaatan Surat Keterangan Asal (SKA) preferensi dilakukan secara otomatis.

Saat ini, fitur otomatisasi tersebut telah diterapkan untuk kegiatan ekspor ke Uni Emirat Arab, Hong Kong, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Pakistan. Budi menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan terkait berbagai hambatan dalam kegiatan ekspor.

"Kami selalu terbuka menerima masukan dari pelaku usaha. Kalau ada kendala yang dihadapi, sampaikan kepada pemerintah agar dapat segera kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait," imbuh Budi.

(Husen Miftahudin)